Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Persiapan Meng-ASI-hi 

Masa-masa trimester III kehamilan adalah masa dimana perubahan emosi sudah mulai stabil, sedangkan perubahan fisik sudah terlihat jelas mulai dari perut yang semakin membuncit, pipi yang terlihat chubby dari berbagai angle foto 😝, sampai ada beberapa orang yang mengalami pembengkakan di kaki.

Di kehamilan 36 minggu atau sekitar 8 bulanan saya melahirkan, memang agak jauh dari angka ideal 40 minggu tapi bisa dikatakan sudah siap untuk melahirkan.

Pada sore hari sebelumnya, entah kenapa saya bersemangat sekali. Seperti biasa saya bersiap untuk mengajar les private, saat itu saya mandi lebih lama dari biasanya. Saya menggosok kulit dengan lulur, mencukur, bahkan (mohon maaf jika bahasannya terlalu vulgar) membersihkan area puting dan vagina.

Seperti info-info yang saya baca dari beberapa artikel, sebelum melahirkan kita disarankan untuk membersihkan area puting dari kotoran-kotoran berwarna putih, gunanya agar nantinya ASI yang akan keluar tidak akan tersumbat.

Setelah saya mandi, saya sedikit menekan bagian aerola sampai ujung puting, surprisingly keluar tetesan air berwarna putih. Entah itu kolostrum atau bukan, yang jelas saya senang. Harapan saya bisa sukses menyusui sepertinya tinggal didepan mata.

Mulai sore itu hingga malam, saat merasakan kontraksi yang lumayan tidak membuat nyaman, namun masih bisa saya tahan. Karena posisi saya yang juga sedang mengajar. Pulang mengajar saya langsung ke Klinik Bersalin ternyata sudah pembukaan pertama. Singkat cerita, jam 4 pagi saya melahirkan dengan normal dan selamat sentosa, alhamdulillah…

Prosesinya begitu cepat, saya seakan belum siap sekarang kehadiran seorang bayi secara REAL. Walaupun setiap hari tak hentinya saya banyak membaca segala informasi mengenai kehamilan, persalinan, menyusui, dan merawat bayi. Tapi pada kenyataanya, jangankan saat bayi tersebut menangis saya langsung menyusuinya seperti teori-teori yang sudah saya pelajari. Menggendongnya pun saya binggung harus mengangkat dari sebelah mana.

Rencana saya mengunjungi Klinik Laktasi di RSCM, maupun mengikuti Workshop Persiapan Menjadi Ayah Ibu di RS Bunda itu pun tinggal lah rencana. Prediksi saya setidaknya masih ada waktu sekitar 3 atau 4 minggu lagi, ternyata Tuhan berencana lain.

Menyusui tidak lah semudah yang saya bayangkan. Jika anak menangis, kita gendong- sodorkan- lalu disusui. Kenyataannya tidak semudah itu, saya merasa sudah expert dalam hal menyusui karena saya mendalami teori-teori menyusui tapi tetap menyulitkan. Meski seiring waktu berjalan semuanya menjadi lebih mudah karena terbiasa. Intinya bukan segala teori yang sudah saya pelajari tidak terpakai, tapi dengan kita banyak tahu, kita menjadi siap itu yang penting.

Teori tersebut banyak membantu dan menguatkan saya melewati perjuangan menyusui dari awal hingga akhir. Karena menyusui itu tidak pernah mudah, namun membahagiakan !.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk persiapan memberi ASI si kecil, berikut diantaranya

1. Memasuki trimester 3, mulai lah memperbanyak membaca artikel mengenai persalinan, menyusui, dan merawat bayi yang baru lahir.

2. Rajin-rajin blog walking tentang cerita dan pengalaman menyusui serta perjuangannya. Entah kenapa, saya suka sekali membaca pengalaman orang lain, rasanya memiliki banyak teman di luar sana yang senasib seperjuangan dengan kita.

3. Informasikan kepada suami dan keluarga terdekat pentingnya memberi ASI kepada bayi. Dengan begitu, akan semakin banyak orang yang mendukung kita untuk sukses menyusui.

4. Karena ibu hamil bukan lah orang sakit, tetap lah beraktivitas seperti biasa yang tidak melelahkan. Untuk menyegarkan pikiran, alangkah lebih baik mengikuti berbagai seminar atau workshop mengenai ASI dan menyusui, biasanya AIMI banyak membuat event seputar pentingnya menyusui. Selain menambah pengetahuan dan membuat kita lebih SIAP. Kita juga dapat bertemu teman baru untuk sekedar bertukar pikiran dan pengalaman saat menjalani kehamilan.

5. Jika ada waktu, kunjungi Klinik Laktasi maupun menemui Konselor Laktasi, saat ini sudah banyak RS yang menyediakan fasilitas tersebut.

6. Kadang kala kita sibuk mempersiapkan perlengkapan bayi, hingga kita lupa menyiapkan keperluan kita seperti Bra Menyusui, baju yang Busui Friendly ( pakaian dengan kancing atau resleting depan) atau sekedar daster berbahan adem untuk menyusui. Boleh juga mulai membeli Nursing Cover atau penutup menyusui, saat menyusui di jalan atau tempat keramaian.

7. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah yang dapat menstimulasi produksi ASI seperti buah dan daun pepaya, daun katuk, dan sayuran hijau lainnya. Boleh juga banyak minum jus atau makan buah langsung agar tubuh terlihat lebih segar.

8. Cari tahu mengenai Breast Massage ( pijat payudara) untuk membantu melancarkan produksi ASI. Bisa dari artikel online, video di Youtube, maupun datang langsung ke RS atau Klinik Laktasi

9. Hasil penelitian memang belum menunjukkan hubungan mengonsumsi susu menyusui dengan kualitas produksi ASI, tapi tidak ada salahnya meminum susu untuk menambah nutrisi ibu yang nanti pastinya akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi.

10. Persiapkan mental untuk tidak pantang menyerah dalam memberikan ASI. Dari awal saya sudah katakan kalau menyusui itu berat dan tidak mudah. Pastikan kita harus bersikeras memberikan ASI kepada buah hati kita, karena itu yang TERBAIK.

SEMANGAT PARA CALON PEJUANG ASI !!

Advertisements

1 thought on “Persiapan Meng-ASI-hi ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s