Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!

Bermula dari tahun lalu saya dan suami berniat ingin membelikan Abi sepeda, alasan remehnya karena kalau diajak olahraga pagi, Abi cuma ikutan lari sebentar sisanya menyusuri pinggir lapangan, entah lihat-lihat semut, kumpulkan daun, atau lempar-lempar batu. 

Kami juga pernah bawa bola untuk dimainkan bersama, awalnya bolanya ditendang atau main lempar tangkap setelahnya Abi bosan dan balik lagi eksplore di pinggir lapangan πŸ˜…πŸ˜…

Akhirnya saya mulai cari-cari sepeda, baca artikel maupun forum. Ternyata ada beberapa orang tua yang menyarankan untuk memberikan balance bike atau sepeda keseimbangan untuk sepeda pertama anaknya.

Saya pun segera cari tahu, apa sih balance bike itu?. Kembali buka tutup google dan youtube dan rasanya saya juga jatuh cinta dengan balance bike.

Sebelum memutuskan membeli balance bike, kami test dulu ke Abi, khawatir ternyata dia gak suka atau malah belum tertarik bermain sepeda. Kami sewa balance bike dan ternyata Abi suka banget !! 😍😍

Rasanya gak ada yang lebih bahagia daripada pilihan kita sebagai orang tua juga disukai oleh anak.

Waktu itu kami sewa balance bike dengan brand Cruzee, menurut beberapa artikel memang Cruzee salah satu yang terbaik karena ternyata oh ternyata beratnya hanya 1,9 kg bahkan ga sampai 2 kg 😍😍

Selain ringan, sadelnya juga sesuai dengan ukuran badan Abi. Oh iya, perlu diketahui balance bike diperuntukkan mulai usia 18 bulan sampai 4 tahun.

Bayangkan betapa saya cinta dengan sepeda keseimbangan karena mereka “respect the child” . Dulu dibenak saya anak-anak akan bersepeda mulai usia 3 tahun ke atas, tapi seakan semua berubah, hehehe.

Sebagai kado ulang tahun (yang sudah terlambat) dan hadiah karena Abi sudah lulus toilet training, kami memberikan balance bike untuk Abi yaitu Strider Balance Bike.

Alasannya?

Karena Cruzee mahal banget ! Harga Cruzee sekitar 2,5 juta. Tadinya pun saya berencana membelikan balance bike hybrid merk Kinder Bike seharga 2,3 juta karena selain sebagai balance bike, Kinder Bike juga bisa dipasangkan pedal tapi setelah dipikir ulang kami akhirnya membeli Stider seharga 1,5 juta. Rencananya nanti setelah Abi sudah mantap dan seimbang, kami akan ganti dengan sepeda roda dua “beneran”.

Selain itu, sebelumnya kami juga berniat membeli balance bike merk Brexeed, yang katanya buatan Indonesia. Harganya cukup terjangkau sekitar 800-900 ribu, sepedanya pun tidak terlalu berat tapi ternyata belum jodoh. Waktu kita mau beli, stock-nya sedang habis dan belum ada kepastian waktu restock.

Lalu, Mengapa Memilih Balance Bike ?

1. Meminimalisir Rasa Takut

Biasanya anak-anak pertama kali belajar sepeda memakai sepeda roda toga atau roda dua dengan roda tambahan sebagai penyeimbang maupun pengaman di bagian belakang. 

Ini menurut saya aja lho ya, hehe. Kebanyakan anak-anak jadi merasa ketergantungan dan kurang berani jika roda roda penyangga tersebut dilepas. Karena itu, biasanya proses belajar sepeda jadi lebih lama. 

2. Melatih Keseimbangan

Menurut saya lagi ya anak-anak yang belajar pertama kali bersepeda dengan roda bantu justru akan kesulitan belajar keseimbangan. 

Karena selalu dibantu oleh dua roda penyangga, dan akhirnya anak hanya akan belajar cara mengayuh (pedalling) dan belajar bagaimana mengendalikan setang sepeda (steering).

Sepertinya akan beda kalau anak-anak kita perkenalkan dan belajar keseimbangan melalui sepeda yang dijalankan yanga dijalankannya dengan didorong oleh kedua kaki, kalau keseimbangannya sudah didapat, biasanya secara refleks anak-anak akan mengangkat kakinya.

Anak-anak juga akan belajar keseimbangan motorik yang pada akhirnya memicu dan memacu perkembangan motorik lainnya yang juga akan terus meningkat dan berkembang.

3. Mengasah Konsentrasi 

Abi itu kadang kalau main sesuatu ga bisa lama, entah belum bisa fokus dalam jangka waktu lama atau memang dia tipe anak yang cepat bosan.

 Harapan saya dengan Abi memakai balance bike akan terasah konsentrasinya akibat dari koordinasi mata, tangan, kaki, dan badan saat menggunakan balance bike.

4. Berani Menghadapi Tantangan

Mungkin saat Abi main sepeda banyak yang menilai hanya “kegiatan dorong-dorong sepeda” , rasanya saya berani jamin untuk orang dewasa yang jika bisa mengendarai sepeda tanpa digoes pastinya akan sangat sulit.

Saya coba-coba pakai sepeda dewasa biasa, lalu saya jalankan didorong dengan kedua kaki kemudian setelah seimbang saya naikkan kaki ke pedal. Rasanya lebih baik saya kerjakan skripsi lagi daripada ambil resiko jatuh karena susah mengendalikan arah dan keseimbangan.

Nah, anak-anak pun sebaiknya kita pacu  untuk menghadapi tantangan. Karena saat bersepeda, selain harus mengatur koordinasi mata, tangan, kaki, badan, juga harus berhadapan atau melewati jalan yang terkadang ada belok kanan. belok kiri, naik, turun, bergelombang, berkerikil, suara-suara, warna-warna, serta bentuk-bentuk di tepi jalan, dll.

Anak-anak yang mengendarai balance bike akan cenderung mempunyai keseimbangan tak sekadar pada motoriknya tetapi keseimbangan pada otak kanan kiri). 

Menurut artikel yang saya baca, hal ini terjadi karena adanya sinergi dari seluruh aspek indra anak, koordinasi total. Jadi bukan sekedar sisi fisik-motoriknya, tetapi juga koordinasi otak, keingintahuan anak, fantasi, dan dunia bermain serta kreatifitasnya terintregasi sekaligus pada aktivitas bersepeda tersebut. 

Panjangnya penjelasannyaaaa ya, makanya kadang saya binggung gimana cara kasih pemahaman singkat yang cukup menjelaskan, kalau ada yang tanya “Kenapa sepeda Abi gak ada pedalnya?”.

Alasan paling singkatnya adalah kami ingin Abi bisa bersepeda roda dua di usia yang belum tua-tua banget,hehe. Karena kebanyakan usia 4-5 tahun baru bisa roda dua tanpa roda tambahan.

Bahkan pengalaman saya dan ayahnya Abi waktu kecil, kami bisa menggendarai sepeda roda dua menjelang masuk SD dan rasanya takut banget waktu tahu roda penyangganya mau dilepas. Sederhananya, sebagai orang tua kami mau Abi menjadi sosok yang lebih baik dan gak merasakan hal-hal mengkhawatirkan (yang sebenarnya sepele) untuk dicoba.

Sepertinya sekian dulu “curhatan” saya tentang sepeda Abi, semoga nanti ada kesempatan nulis hal-hal lain tentang balance bike ya ! 😁😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s