Diary of Alfarabi

Berkunjung ke Taman Penangkaran Rusa Cariu

Holllaaaa…

Kemarin banget kita baru aja main ke penangkaran rusa, awalnya gak sengaja liat postingan teman ayahnya Abi yang lagi foto-foto sama rusa. Kemudian cari tahu dimana lokasinya dan detail tempatnya seperti apa, plus tanya-tanya minta review juga ke temen ayahnya Abi.

Akhir kata, kemarin (13/7) sekitar jam 7.30 kita berangkat dari rumah setelah mandi air hangat dan sarapan roti + mie goreng (jangan dicontoh ya pagi-pagi makan mie instant πŸ˜›) . Awalnya kami mau berangkat jam 6 pagi supaya belum macet di jalan dan udara di sana masih seger banget, tapi karena satu dan lain hal (baca : ribet) akhirnya kita baru selesai beres-beres (ayahnya Abi leyeh-leyeh dan lama banget mandinya 😠) jam 7an.

Lalu berangkatlah kita lewat Cibubur, terus masuk ke Cileungsi sampai melewati Taman Buah Mekarsari terus aja menuju Jonggol, kemudian masih lanjut terussss sampai masuk ke kecamatan Cariu dengan view sepanjang jalan yang bikin terus bersyukur karena indaaaaah banget Ya Allah 😍. Di kanan dan kiri jalan ada hamparan sawah yang berlatar belakang perbukitan di sekitar desa Cibatutiga 😘😘

Pokoknya keindahan pemandangan di sana ga bisa dideskripsikan dengan kata-kata apalagi lewat lagu 🎢 (oke,maaf ga lucu 😌) , kalian harus banget ke sana dan buktikan kalau gambar kita dulu waktu jaman TK , pemandangan gunung dengan kanan dan kiri sawah juga ada rumah kecil di pinggir plus orang-orangan sawah ternyata ADA BENERAN.

Perjalanan dari rumah kami (Jatiwaringin, Pondok Gede) ke Penangkaran Rusa Cariu kurang lebih 2 jam, kurang sih gak deh kayanya, lebih iya haha. Oh iya, meskipun dinamakan Penangkaran Rusa Cariu ternyata lokasinya sudah masuk perbatasan Bogor – Cianjur πŸ˜‚πŸ˜‚ .Rrrruuuuarr biasa Abi mainnya jauh banget. 

Lokasi tepatnya di Desa Buanajaya Kecamatan Tanjung Sari bukan Kecamatan Cariu ya, karena dari gapura  “Selamat Datang di Kecamatan Cariu” lokasinya masih kurang lebih 10 km lagi 😎.

Harus saya bilang kalau perjalan ke sana itu… JAUH BGT. Bikin kursi panas dan badan pegel, tapi kalau ingat pemandangannya sepanjang jalan rasanya ga mau pulang. Tips utamanya adalah Jangan Menyerah ! Kenapa? Karena perjalanannya lurusssssss aja ga sampe-sampe, tapi kalau udah banyak liat perbukitan dan jalannya udah mulai meliuk-liuk di sisi kanan tebing dan di sisi kiri jurang artinya ” SELAMAT SEBENTAR LAGI ANDA “AKAN” SAMPAI DI TUJUAN” πŸŽ†πŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ‡ .

Lokasi penangkarannya ga “begitu” jauh dari Heaven Memorial Park, nanti setelah jalan berkelok terus terdapat turunan yang lumayan tajam setajam silet (oke,maaf ga lucu (2) 😌) mulai lah jalan perlahan karena setelah turunan (banget) akan ada papan nama “Penangkaran Rusa Cariu” disisi kiri jalan.

Dari papan jalan tersebut, kami belok ke kiri jalan sekitar 200 m untuk menuju pintu masuknya dan jangan kaget ya kawan-kawan semuaaachh karena jalan menuju ke sana menurun, curam, berbatu, dan terjal. Perfect 😰.

Setelah kami melewati track yang bikin jantung copot dan badan panas dingin (lebay,sorry!), kita akan menemukan tempat parkir dan loket tiket. Huffft, AKHIRNYA πŸŽ†πŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ‡ *pasang petasan*

Harga tiket masuk ke penangkaran rusa cukup terjangkau yaitu 10.000 untuk orang dewasa dan 5.000 untuk parkir, anak-anak GRATISSS ! Karena kelupaan gak difoto daftar harganya, selain harga tiket masuk juga ada tarif untuk prewedding photo 300.000 dan untuk camping 25.000 (dengan membawa tenda sendiri ya).

Setelah bayar tiket masuk, kami menuju ke penangkaran rusanya dengan berjalan kaki. Rintangan pertama adalah kami harus menyebrangi Sungai Cibeet dengan melewati jembatan gantung berkapasitas maksimal 10 orang 😱. Jembatannya ga kalah bikin dag dig dug karena goyang-goyang dan terasa kaya apa ya istilahnya kalau kita jalan di atas trampolineπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Setelah melewati jembatan kita akan menemukan warung-warung makan , toilet umum dan mushola. Untuk yang membawa anak kecil, disarankan untuk ke toilet dulu  atau beli snack dan air mineral sebelum melanjutkan perjalanan puuuaanjaaaang ini.

Sekitar 10-15 menit (bagi yang masih muda dan bergelora) jalan menanjak dengan view persawahan dan sungai kita akan kembali menemukan warung makan, toilet umum, dan mushola. Nah, di warung ini kita bisa beli makanan untuk rusa yaitu ubi seharga 10.000 per kantong.

Di dekat warung tersebut ternyata juga ada mini playground untuk anak-anak bermain 😍😍😍

Tidak jauh dari mushola nanti kita akan masuk ke gazebo pengamatan yang dikelilingi padang rumput luaaaaaaaaaas dan adem banget di mata πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Alhamdulillah ya, akhirnya sampai juga πŸŽ‡πŸŽŠπŸŽ‰πŸŽ†.

Kami sampai di pengkarannya sekitar jam 11 siang, saat itu cuma ada 1 rusa totol yang lagi menyendiri. Seharusnya sih ya kalau mau lihat yang lebih banyak kami seharusnya datang sekitar jam 7-9 pagi karena itu waktunya mereka makan.

FYI : Rusa jantan dan betina dibedakan dari ranggah (tanduknya) ya, di sana juga ada 3 jenis rusa yaitu rusa totol, timur dan bawean.

Setelah kami memberanikan diri turun dari gazebo pengamatan dan kasih makan rusanya secara langsung.

 Kita istirahat sambil  snacking dulu di gazebonya, sekitar jam 12-an keluar lah sekitar 5-6 rusa dari hutan dan langsung mengitari gazebo pengamatan.

Sepertinya sih ini waktunya mereka makan ya, jadi udah mulai banyak yang keluar. Kami pun kembali turun ke padang rumput untuk kasih makan langsung.

Oh iya, di sarankan kalau mau kasih makan langsung di padang rumputnya, sebaiknya kita hanya bawa makanannya aja. Karena kalau ada sampah plastik atau yang lainnya di sekitar rumput nanti bisa dimakan juga sama rusanya 😒.

Selain rusa totol, disana juga ada rusa bawean dan timor tapi saya gak bisa bedainnya haha. Yang pasti, kalau kita nekat turun ke bawah jangan kaget kalau nanti dikejar-kejar rusa. Karena mereka sensitif banget dengan bau makanan, jadi lumayan agresif untuk minta dikasih makan.

FYI (2) : Rusa di sana kalau musim kemarau mengandalkan makanan dari petugas atau pengunjung, karena rerumputan di sekitat sana juga banyak yang menguning.

Tips untuk menghindari kejaran rusa kalau makanan kita sudah habis adalah angkat tangan ke atas. Itu untuk kasih kode kalau kita nyerah dan susah move on 😝 haha gak deh, itu tanda kalau tangan kita kosong alias makanannya udah habis.

Kalau kita turun tanpa bawa makanan, rusanya kooperatif banget buat diajak foto πŸ˜‚ alias jinak jinak menggemaskan.

Abi kelihatannya seneng tapi lumayan takut karena pertama turun dari gazebo langsung dikejar rusa πŸ˜‚ . 

Memberi makan rusa secara langsung, lari-larian di rerumputan, lihat pemandangan perbukitan dan hamparan sawah rasanya seneng banget bisa ajak Abi nikmatin alam. Semoga bisa jadi memori yang menyenangkan ya bi dan bisa dikenang sampai Abi dewasa nanti 😘.

Setelah puas foto-foto, kasih makan dan interaksi langsung sama rusa-rusa tadi, kami memutuskan untuk kembali ke bawah.

Karena ayah dan ibumu tidak muda lagi nak, jadi tenaga kami sudah mulai habis dan perut mulai keroncongan, kami pun istirahat di saung yang ada di depan warung makan dengan view sungai dan suara derasnya arus. Aduh bikin ngantuk banget 😴.

Alhamdulillahnya harga makanan di sana gak terlalu mencekik dompet. Untuk 1 ekor ayam bakar atau goreng seharga 60 ribu sedangkan ikan bakar atau goreng per kilo seharga 50 ribu dan es kelapa segelas hanya 5 ribu rupiah saja juga kopi susu panas cuma 3 ribu πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ.

Setelah itu, sementara ayah Abi tidur. Saya dan Abi main air di sungai, karena banyak pengunjung lain yang juga main, kami jadi gak takut kebawa arus.

Suara air sungai itu menenangkan banget ya, bikin nyaman dan ngantuk. Abi seneng banget lemparin batu dan percik-percikin air pakai kaki.

Kita berdua juga gak sungkan-sungkan teriak manggilin ayah, kalau Abi mau ngajak main air, kalau saya? Apalagi kalau bukan minta fotoin πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Abi sedih banget waktu tahu kita mau pulang, berkali-kali bilang “di sini aja.. di sini aja” ya kali bi kita tinggal di penangkaran rusa 😝 kode banget mau tinggal di pedesaan, tapi di desa gak bisa window shopping (iya window doang ga shoppingπŸ˜…).

Lengkap sudah pertualangan hari ini….Rasanya jiwa raga ini jadi fresh lagi setelah berhari-hari berkutat dengan pekerjaan (rumah tangga😜) .

Nah, berikut beberapa tips untuk kamu yang mau berkunjung ke Penangkaran Rusai Cariu 

  1. SIAPKAN TEKAD YANG KUAT KARENA PERJALANAN AKAN PANJANG SEKALI KAWAN !
  2. Sebaiknya berangkat pagi-pagi karena jalan belum macet dan udaranya masih segar plus dingin.
  3. Bawa snack dan mainan untuk anak-anak supaya gak bosan di perjalanan.
  4. Pakai alas kaki yang nyaman, ini penting banget. Kalau bisa pakai sepatu tertutup karena  track yang akan dilewati tidak terlalu mulus. NO HEELS.
  5. Bawa baju ganti, handuk kecil, cairan antiseptik dan tissue. Barang-barang ini akan berguna banget kalau anak-anak berniat main di sungai atau baju basah karena berkeringat.
  6. Jangan pernah membuang sampah di sekitar tempat penangkaran rusa, sampah kertas atau plastik sekecil apapun karena akan dimakan oleh rusa dan bisa membahayakan kelangsungan hidup mereka.

    *Cerita Bonus*

    Waktu kami sedang istirahat di gazebo pengamatan, ada satu keluarga lain yang baru masuk. Kebetulan saat itu sedang ada beberaoa rusa yang baru keluar dari hutan. Karena membawa anak kecil dan ingin membuat rusanya mendekat bapak dari anak tsb binggung harus bagaimana.

    Beliau sempat celingak-celinguk sambil bicara sama keluarganya “kasih makan apa ya rusanya”, gak lama dia buka snack yang dia bawa semacam ciki-cikian terus dia coba kasih ke rusa dan ternyata dia makan sama rusanya.

    Saat itu hati saya sedih, marah dan kecewa campur jadi satu. Saya ingatkan ke bapak tsb kalau kita bisa beli makanan rusa di warung dekat gazebo, sekitar 50 meter lah. Tapi entah dia pura-pura ga dengar atau memang ga peduli, sambil ketawa-ketawa malah ajak anaknya kasih lebih banyak ciki ke rusa-rusa itu 😠 😠😠😠

    Saya ga bisa berdiam dalam keadaan super menyakitkan kaya gitu, rasanya sedih banget dan ga tau harus lapor ke siapa karena sedang gak ada petugasnya. Akhirnya kami memutuskan untuk turun dan istirahat di saung dekat sungai.

    Kadang saya gak habis pikir ya, apa yang ada di benak bapak ibu tadi. Apa yang mereka ajarkan atau contohkan akan melekat terus di anak-anaknya. Padahal saya lihat mereka bukan golongan keluarga yang sederhana, tapi kepedulian terhadap lingkungannya rendah banget. PAYAH !

    Sebab sayang banget kalau tempat penangkaran indah kaya gitu harus rusak karena rusanya pada mati akibat ulah tangan-tangan PAYAH ga bertanggung jawab kaya gitu !!!! 😠😠😠

    Untuk punya pengalaman luar biasa seperti mengunjungi penangkaran, melihat perbukitan, hamparan sawah, mendengar derasnya aliran sungai memang harus dilewati dengan banyak perjuangan, tapi bukan hal yang sulit untuk mewujudkannya.

    Segala pengorbanan waktu dan tenaga kita harus menghasilkan memori yang tak ternilai dengan selalu diiringi ajaran-ajaran kebaikan entah terhadap sesama maupun lingkungan.

    Jadi anak-anak pun sejak kecil tertanam di benaknya untuk selalu menjaga alam agar anak cucunya bisa menikmati dan kembali merasakan pengalaman berharga seperti dirinya.

    Salam penuh cinta dari Ibu Abi.

    More pictures : Instagram @diaryofalfarabi @syi.farah.mi

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s