Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Jadi, Mengapa Dia?

Akhir pekan lalu, demi membunuh kejenuhan saya yang sedang merebak akhir-akhir ini, saya putuskan untuk menengok kembali perjalanan hidup saya beberapa tahun kebelakang.

Darimana lagi kalau bukan hasil rekam jejak dari sosial media, yaitu facebook dan twitter. Karena instagram saya baru aktif digunakan sekitar 2 tahun terakhir ini.

Dan kira-kira apa ya yang saya temukan?

Banyaaaaak.

Berbagai hal kesukaan yang dulu sering saya lakukan. Mulai dari tulis menulis, fotografi, sampai hal remeh seperti hang out atau curhat sepanjang malam dengan teman-teman terdekat.

Nah, salah satu hal yang paling menarik hati adalah berbagai personal massage antara saya dan para sahabat juga dengan sang pujaan hati.

Pujaan hati saat itu yang saat ini menjadi pujaan sepanjang masa 😳 wahahaha

Nah, sesuai judulnya “Jadi, Mengapa Dia?

Karena ternyata ya, isi dari berbagai curahan hati dengan sahabat-sahabat saya tidak lain dan tak bukan merupakan keluh kesah menjalani komitmen dengan pria yang saat ini menjadi ayah dari anak saya.

Dan yaaampun betapa dulu saya tumbuh menjadi bagian dari remaja labil. Yang menganggap masalah (yang sebenarnya sepele) dengan sang pacar seperti salah penyebab perang dunia.

Dari persoalan tidak peka, jarang memberikan kabar, kadang posesif, mudah terbakar amarah, gengsi minta maaf, lupa tanggal-tanggal penting, dan banyak hal yang kalau saya sadari sekarang sungguh tidak berfaedah untuk dijadikan alasan pertengkaran sepasang kekasih.

*Dan akhirnya ku kembali mengerti, inikah yang dirasakan Milea saat menahan rindu*

😳😳😳

Kurang lebih empat tahun menjalani Long Distance Relationship Jakarta – Sulawesi sungguh bukan lah hal yang mudah untuk kami berdua, terutama saya.

Remaja labil yang haus akan perhatian 😑 yang sebelumnya kemana-mana harus ditemani, apa-apa harus sharing dan selalu butuh kabar setiap waktu.

Berbeda halnya dengan sang kekasih hati, yang menanggapi apapun dengan santai, cuek, dan tidak terbiasa komunikasi intensif seperti yang saya harapkan.

Kalau diingat-ingat ya betapa sulitnya dulu bertahan menjalani LDR dengan seseorang yang tidak sepaham menjalani komitmen dengan kita.

Dan itu nyebelin banget dan kadang sering bikin sedih. Apalagi saya tipe yang mellow setengah mati, apa-apa jadi air mata.

*Sungguh ku lemah terhadap kisah cinta*

😢😢😢

Dan bagian terburuk dari semua itu yang ternyata baru saya sadari adalah…

Hadirnya beberapa hama yang menyerupai bunga di tengah hubungan kita dan kegalauan saya.

Jadi, saat itu ada beberapa orang-orang terdekat (yang setelah saya sadari) intens memberikan perhatian dan mencurahkan banyak waktu untuk mendengarkan cerita gak penting saya.

Tapi ya, lagi-lagi karena saya kurang peka terhadap kode 😐 saya lurus-lurus aja mikir kalau itu bagian dari kebaikan mereka yang suatu saat dibalas oleh Tuhan.

Jadi, Mengapa Dia?

Sejujurnya blogpost ini sudah jadi draft hampir 3 minggu lalu 😅 karena binggung mau lanjutinnya.

Saya malah jadi gak punya jawaban dari pertanyaan diatas, mungkinkah ini yang dinamakan “Love has no reason” ?

Hahahahaha

Tenang… tenang pada akhirnya saya punya jawaban kok mengapa memutuskan untuk memilih dan bertahan pada dia diantara pria lain yang gemar menebar perhatian di kala saya kesepian.

1. Tegas dan Dewasa

Dia satu-satunya yang bisa mengarahkan saya yang kadang suka sotoy dan nyeleh, huhu.

Ya, meski kadang kesannya jadi galak sih tapi memang punya orang yang bisa bilang “stop” dihidup kita itu penting, sebelum semua-muanya terlambat 😅

Apalagi dulu waktu nikah saya masih cukup labil, perlu banyak belajar dan dikasih nasehat ini itu.

Aduh, gak kebayang deh kalau pasangan saya saat itu masih seumuran dan masih tinggi ego masing-masing bisa runyam seisi dunia.

Oh iya, karena dia tipe yang rada galak gitu pas banget buat ngingetin ibadah yang kadang masih ditunda-tunda 🙏

2. Mengajak ke arah yang lebih baik

Memang dari dulu saya pribadi yang lurus-lurus aja sih, gak pernah macem-macem. Sama sekali bukan yang macam Awkarin gitu, tapi sejak kenal dan punya komitmen sama dia hidup tuh jadi lebih terarah tujuannya mau kemana.

Dulu saya pikir yaudah lah ya jalanin aja mumpung masih muda ini, tapi ya akibat punya pasangan yang sungguh sudah berumur 😂 beberapa bulan dekat aja udah mikirin masa depan.

3. Tidak merokok

Sejak kecil sepertinya saya sudah cukup berada di sekeliling para perokok aktif, mulai dari ayah, om, tetangga, guru bahkan kakek saya.

Rasanya sempat terpikir apa ada orang di dunia ini yang sama sekali tidak merokok dan ya ternyata Ada 😁

Dulu saat SMA saya punya beberapa sahabat laki-laki yang memang semacam satu gang gitu yang dulu (mungkin sampai sekarang) sama sekali tidak merokok.

Saya apresiasi khusus sih buat mereka ini, makanya saya berhatap punya pasangan yang juga tidak merokok.

Karena semakin saya besar, saya malah jadi sesak napas kalau ada di lingkaran perokok padahal dulu saya masih fine aja duduk di dekat ayah saya yang perokok berat.

Nah, jadi Dia itu zaman masih pacaran statusnya masih merokok, cuma gak pernah dihadapan saya, keluarga maupun teman-teman saya dan tipenya tuh bukan yang ketergantungan banget, jadi kayanya gak masalah kalau seharian sama saya dia gak merokok sama sekali.

Dan ya, sedetik setelah akad nikah dia berhenti merokok sama sekali. Bukan, bukan karena saya yang nyuruh tapi kemauan dari diri dia sendiri.

Aduh, gimana aku gak sayang sih 😳

4. Mau diajak kemana aja

Nah, yang ini saya baru sadar kalau ternyata dia kok mau terus saya ajak kemana-mana dan ternyata gak semua cowok kaya gitu.

Entah kita yang memang seneng traveling atau dia yang mau-mauan aja diajak ke daerah antah berantah sekalipun.

Karena kan males banget ya kalau kita suka jalan-jalan plus hunting foto dan tempat baru, ternyata pasangan kita lebih suka leyeh-leyeh di rumah sambil main game seharian.

Alhamdulillah ya dapat yang sehobi jadi kalo liburan gak saling bete mau diturutin keinginannnya.

Dan senengnya tuh kalo ngajak dia jalan-jalan, dia percaya aja pilihan tempat yang bakal dikunjungi itu recommended, jadi gak pernah nanya detail tentang tempatnya cuma minta tunjukin arah menuju ke sana.

Bahkan dipercaya nentuin tujuan traveling aja bikin aku bahagia 😁

5. Kasih pandangan baru tentang dunia

Lagi-lagi yang saya suka dari dia adalah dia suka kasih pandangan baru tentang banyak hal, yang ternyata buat orang sotoy, dominan, perfeksionis dan keras kepala kaya saya ini bisa diterima pakai akal sehat.

Contohnya dia anti banget punya hewan peliharaan, selain memang cukup sulit mengurusnya, alasan lain adalah gak ada satu mahluk pun yang boleh berpisah dari keluarga dan tempat tinggalnya.

Makanya sekarang setiap lihat hewan peliharaan jadi sedih sendiri sih *lebay* mikir itu anak kelinci dicariin ibunya gak ya, jadi lebih sedih kalo kepikiran Abi yang jadi anak kelincinya terus dibawa orang dikandangin.

Udah terpisah dari ortunya, dikurung dan dipindah juga dari tempat tinggalnya, betapa saya merasa gak nyaman sih ngebayanginnya aja.

Dia juga gak setuju tentang jual beli hewan, (kecuali yang buat dimakan ya) dan semua cara membunuh atau menyakiti hewan yang kadang gak manusiawi hewani 😢.

Terus apa lagi ya…

Oh iya, dia sejak pacaran dulu juga udah juara sih soal mengurus anak gitu. Gak ngerti belajar darimana, selain itu prinsipnya dari dulu adalah jangan pernah memaksa dan selalu berkata jujur sama anak, karena dia ngerasa gak enak bnaget rasanya dipaksa dan dibohongi.

Prinsip kaya gini bikin kagum banget yang akhirnya saya jadi mau terus belajar ilmu parenting supaya bisa membersamai dia membangun keluarga.

6. Bukan pria manis romantis

Jujur saya mengidolakan tokoh-tokoh di novel yang selalu memuja wanitanya, punya ribuan puisi dan kata-kata gombal, selalu bersikap romantis dan banyak hal yang kalai pria itu lakukan bikin si wanita terbang ke kahyangan.

Tapi, in real life kok saya malah geli kalo ada cowok yang suka pamer kata cinta gitu, rasanya aneh dan lengket aja di telinga, gak pernah membekas di hati.

Dia itu tipe pria yang ngomong sayang atai cinta aja gak pernah, bentuk perhatiannya juga gak dalam bentuk kata-kata dan cara mengungkapkan kasih sayangnya tuh punya cara sendiri yang kadang saya pun binggung kok ada laki-laki macam gini.

Beda banget sama saya yang tipe romantis hangat, apa-apa dirayain, bikin surprise dan kasih kado-kado manis.

Memang benar istilah pasangan itu seperti gembok dan kunci, berbeda tapi saling mengunci.

7. Diam-diam perhatian

Sungguh akan sangat beda rasa dan sensasinya kalau tiba-tiba kita dikasih sesuatu yang kita butuh tanpa kita sebut.

Dan gak pernah menyangka kalau ternyata diam-diam dia tahu apa yang kita lagi mau atau butuhkan.

Kelihatannya sehari-hari dia juga cuek dan gak peduli gitu, ternyata dia punya cara sendiri buat kasih perhatian tanpa kita minta dan yang sebenernya gak kita harapkan.

Contohnya tiba-tiba aja beliin jaket waterproof karena tahu akhir-akhir ini bakal pulang malem dan gak mau aaya kedinginan.

Atau tiba-tiba aja beliin memory card karena ternyata dia perhatiin storage di hp saya sudah penuh kebanyakan foto.

Banyak hal lah yang sebenarnya kecil tapi detail dan gak pernah saya sangka kalau dia perhatiin sampai sedetail itu, hihi.

Seneng.

😳😳😳😳😳

Hmm, sepertinya segitu aja dulu ya.. bingung mau tulis apa lagi, nanti lah dibikin part 2 nya kalau inget alasan-alasan apa lagi.

Karena sebenarnya, saya udah click aja sih tanpa alasan yang bisa dijabarkan satu per satu.

Oh, apakah ini yang dinamkan “Love is Blind” 😂

Tapi dengan nulis kaya gini saya jadi kembali tersadar sih ternyata keahlian dia bukan cuma marah-marah aja, ada sisi sweet-nya juga.

Dan sebenarnya semua hal gang dia lakukan itu pasti untuk kebaikan dan berharap yang terbaik buat saya dan keluarga.

Terima kasih sudah membaca ya, semoga ada secuil manfaat dari tulisan ini. Lagi lumayan kumat males blogging, jadi tulisannya ala kadarnua banget nih, wahahha.

Oke, see you everyone ! 💞

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s