Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Basa-basi Terbasi Saat Lebaran

Assalamualaikum, selamat idulfitri ya. Mohon maaf lahir batin buat semuaaa 😘

Sekarang hari ke-3 lebaran, kira-kira timbangan udah naik berapa gram ya?

(((Gram)))

Kurang lebih 3 hari belakangan ini linimasa instagram dipenuhi foto bareng keluarga ini dan itu.

Gak lupa pakai caption ucapan lebaran, quotes permintaan maaf atau sekedar menghitung hari.

“Lebaran day 1”

“Lebaran day 2”

Sampai “Lebaran day 27”

Kemudian di-unfollow massal karena bosen posting foto lebaran terus, haha 😂

Kemeriahan hari raya biasanya makin terasa kalau berkumpul dengan orang-orang kesayangan, makanya di Indonesia ada istilah mudik kan?!.

Tapi, ternyata ya gak sedikit yang menghindari acara kumpul keluarga ini.

Kenapa oh kenapa…

Karena males ditanya ini itu yang akhirnya malah bikin tersinggung. Bener kan?

Model pertanyaan semacam “kapan” yang selalu menghantui kita kalau mau ikutan kumpul keluarga.

Mulai kapan nikah, kapan lulus, kapan nambah anak, kapan ganti mobil, sampai kapan nambah istri 😝

Sejujurnya, saya pun kadang jadi males juga ikutan kumpul keluarga kalau membayangkan akan ada ribuan pertanyaan yang mengganggu.

Semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing sih, kalau yang tipenya lumayan rebel gitu langsung dijawab ceplas-ceplos.

Atau ada yang tipenya introvert yang senyam-senyum gak menanggapi apa-apa.

Dan ada tipe sensitif yang malah jadi sedih, tersinggung, bahkan marah.

Nah, harusnya hal kaya gini gak terjadi di moment kumpul keluarga kan, apalagi di hari lebaran.

Masa’ moment yang harusnya saling memaafkan, kembali menyambung silaturahmi, seru-seruan bareng malah dinodai dengan sikap yang akhirnya bikin bete dan males buat datang kumpul keluarga berikutnya.

Huhu.

Tidak sedikit pertanyaan atau topik obrolan yang kadang niatnya buat “basa-basi” belaka berakhir dengan meninggalkan bekas noda membandel di hati, beberapa diantaranya adalah……

1. Pertanyaan seputar “Kapan”

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, pertanyaan “kapan-kapan-kapan” ini kayanya ada di level ganggu dan nyakitin tertinggi.

Kadang om tante maupun saudara yang lebih tua umurnya gak jarang nanya-nanya soal kapan ini.

Kapan lulus? Kapan nikah? Kapan dikenalin sama calonnya? Kapan isi? Kapan nambah momongan?

Jawabannya “kapan-kapan” 😂

Tapi cuma didalam hati soalnya yang nanya jauh lebih tua dan jawabnya gak bisa dibecandain.

Karena hasilnya bukan lucu malah jadi lebih panjang karena bakal dilanjutkan dengan petuah-petuah selama 30 menit.

Lain hal kalau yang nanya level sepupu seumuran maupun usianya dibawah kita, jawabnya bisa sambil guyon atau pake jokes yang udah banyak beredar di media sosial.

Misalnya ditanya kapan nikah, bisa dijawab “Kalau gak sabtu ya minggu, siapin aja dulu kadonya”

Wahahaha, ujung-ujungnya minta kado 😂

Atau ditanya kapan nambah momongan, bisa dijawab “Kalau kamu mau bantuin jagain, bisa langsung kami proses” 😅

(((Proses)))

Yang paling menganggu adalah kalau ditanya “kapan isi atau hamil?”.

Alhamdulillah gak pernah dapet pertanyaan kaya gitu, tapi cukup membayangkannya aja udah bikin sedih. Iya gak sih?!

Karena soal jodoh, anak, maupun segala hal pribadi tentang seseorang tanpa kita harus tahu, tentunya sudah mereka berusaha atau memperjuangkan untuk meraih itu.

Jadi, saran saya hindari deh bertanya basa-basi soal “kapan” daripada menyakiti dan bikin tersinggung, lebih baik membahas soal hal lain.

Atau malah balik ditanya

“Kapan dijemput izroil?”

2. Pertanyaan seputar fisik

“Yaampun, kok kamu gendutan”

“Badannya jadi abis gitu sih, kurus banget !”

“Kayanya iteman kebanyakan main panas-panasan ya”

“Mukanya sekarang putih ya, sampai beda sama leher”

“Kok tingginya segitu-gitu aja dari SD sampai sekarang”

Pertanyaan model gini menurut saya basa-basi paling kadaluarsa sedunia.

Selain itu semuaaaaaa bukan urusan kita, potensi menyakitinya juga tinggi banget.

Gak heran kan kalau ada saudara atau temen yang awalnya semangat buat ikut acara kumpul-kumpul, diajak di moment selanjutnya malah jadi menghindar dan memutuskan buat gak datang.

Kemungkinan mereka merasa gak nyaman di acara sebelumnya, ada hal-hal yang menyakiti atau bahasan yang super sensitif tentang dirinya.

Kemudian jadi menganggap acara kumpul-kumpul jadi gak asyik dan malesin.

3. Pernyataan Membadingkan Si A dan Si B

Baru aja kemarin kepikiran buat ingetin ibu-ibu di Instagram supaya berhenti buat membandingkan anak dengan sepupunya.

Atau dengan keponakannya.

Atau dengan anak lain di belahan bumi manapun.

Karena jujur, jaman saya SD acara kumpul keluarga mendadak jadi bete karena ada aja yang sesi membandingkan anak satu dengan yang lain.

Belum lagi ternyata anak itu sebaya.

Buat anak yang lebih unggul dia akan menganggap dirinya lebih hebat daripada yang lain, sebaliknya anak yang pencapaiannya terlihat biasa-biasa aja jadi rendah diri.

Yang paling menyakiti itu kalau statement perbandingan datang dari orang tua kita sendiri.

“Lihat tuh Si A diterima Kedokteran UI”

“Si A itu udah bawa calon lho ke rumahnya, kamu ibu lihat masih jomblo aja sampai sekarang?”

“Hebat ya kamu A udah kerja di XYZ, tuh B makanya kamu kerja yang bener biar bisa kaya dia”

Depan si A yang lagi senyum jumawa ditinton oleh jutaan pasang mata yang bersiap menyoraki.

Dan banyak statement lain yang gak kalah bikin perih dan hati teriris. Hiks.

Intinya ya, kalau ada acara kumpul entah sama keluarga atau temen sebaiknya bahas topik-topik yang netral dan menyenangkan aja.

Jadi, sebisa mungkin hindari segala pertanyaan soal hal-hal yang terlalu personal, seputar fisik, pandangan politik, maupjn

Gak perlu basa-basi soal hal pribadi orang lain yang bahkan ketemu setahun sekali aja udah bagus.

Nih, ada beberapa ide obrolan yang sekiranya aman buat mengisi “krik-krik moment” saat duduk bersebelahan dengan om/tante/sepupu kita.

1. Tanya Kabar

Pertanyaan paling aman sepanjang masa, asal gak dibumbui dengan sindiran pedas atau nyinyiran halus bertanyaa soal kabar dan kesehatan sudah terbukti keberhasilannya.

2. Tanya soal anggota keluarga lain

Pertanyaan ini cukup bikin suasana mencair sih, soalnya kadang karena jarang banget ketemu kita jadi gak tau kabar satu sama lain.

Padahal teknologi udah canggih banget ya guys, tapi nanya kabar ke saudara sendiri kadang males 😅

3. Tanya soal tempat tinggal

“Eh, sekarang tinggal dimana?”

“Masih tinggal di Bandung?

Selanjutnya bisa bahas soal daerah tempat tinggalnya, syukur-syukur kalau jauh dari rumah kita jadi bisa tahu soal tempat wisata, tempat kuliner hits atau daerah-daerah rawan macet di sekitar sana.

4. Tanya soal kerjaan

Oh iya, sebelumnya nanya pastikan kalau yang akan ditanya posisinya masih kerja, jangan malah nanti dia tersinggung karena ternyata udah lama jadi pengangguran.

Pertanyaan soal kesibukan seseorang biasanya dijawab dengan semangat, karena artinya kita peduli dan kali aja punya kesempatan buat join bareng.

Atau sekedar punya pengetahuan baru soal profesi lain dan bisa sharing soal kerjaan kita juga kan.

5. Tanya soal hobi

Mulai dari olahraga, buku kesukaan, masakan favorit, dan segala jenis kegemaran lainnya adalah salah satu topik pencair suasana.

Orang lain akan seneng cerita hal-hal yang dia suka, kita pun jadi punya info baru yang kali aja bisa kita coba di lain waktu atau mungkin bisa jadi belanja atau latihan bareng, bakal seru juga kayanya.

6. Bahas seputar tingkah laku anak

Topik yang gak akan ada habisnya, biasanya ini bisa menyulut pertanyaan atau pembahasan lain seputar pola pengasuhan sampai solusi menangani anak-anak.

Kadang bisa jadi asyik banget ngobrolin soal anak, karena kita jadi merasa punya teman seperjuangan dan gak merasa cuma kita sendiri yang menderita hahaha.

7. Tanya atau bahas seputar makanan

Ini topiknya yang sungguh emak-emak, eh gak juga deh sekarang banyak yang belum nikah tapi udah jago masak atau bikin kue.

Malah ibu-ibu bisa kalah jago dan gak sedikit yang memutuskan buat gak ahli di dapur 😂

*nunjuk diri sendiri*

Makanan dan segala pernak perniknya juga salah satu pembahasan yang seru, jadi ajang saling berbagi pengalaman memasak, nyobain resep, sampe berbagai kegagalannya.

8. Ngobrolin tempat wisata

Kalau yang ini kok kayanya gue banget, hahaha.

Karena kalau ngobrolin soal masaka memasak cuma bisa jadi pendengar tanpa bisa ngasih resep jitu, kalau soal wisata ada beberapa hal yang cukup dikuasai lah.

Khususnya soal jalan-jalan low budget 😂

Gak akan ada matinya deh ngebahas soal tempat wisata apalagi yang lagi hits, karena hakikatnya manusia butuh piknik sebelum kepala berapi-api lihat kesibukan ibu kota setiap hari.

9. Bahas seputar tempat belanja

Topik yang panas apalagi abis dapat THR kan 😁

Karena sesungguhnya belanja itu gak mengenal gender kawan !

Jadi, ngomongin tempat belanja apalagi yang sering ada sale bisa jadi pembahasan yang menarik dan gak ada habisnya.

Asal…

Barang yang mau dibeli sama atau setipe.

Jangan yang satu ngomongin item ini yang lainnya ngomongin item itu.

Gak ketemu dong jalannya 😐😐

10. Ngobrol soal cuaca

Pembahasan pamungkas dimana pun kita berada.

“Akhir-akhir ini kok panas terik banget ya?”

“Di rumah, hujan gak berhenti-berhenti sampai susah kalau mau kemana-mana”

Bahas cuaca selalu bisa bikin kita nyambung, bahkan sama orang yang kita gak kenal.

Ketemu orang di halte atau lagi sama-sama nunggu antrian bank kalau ngomongin soal cuaca pasti jadi bisa ngobrol banyak hal.

Meski kadang ujung-ujungnya cuaca dikambing hitamkan karena bikin anak-anak batuk pilek 😂😂

Sekian pembahasan soal basa-basi di saat acara kumpul bersama keluarga maupun teman-teman saat lebaran.

Semoga kita dihindari dari godaan berbasa-basi paling basi sedunia yang berpotensi menyakiti hati orang lain.

Amin.

Ada bonus recehan dari twitter nih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s