Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Sarapan Super Simple So Good

Siapa yang prinsip hidupnya wajib sarapan meski cuma segigit roti dan seteguk teh hangat?

Saya…saya…saya 🙋

Nah, seperti yang semesta tahu saya bukan orang yang jago masak. Kalau sekedar rebus, goreng atau tumis-tumis sederhana sih bisa, cuma kadang niatnya gak sampai ke tujuan.

Haha.

Karena saya sadar kalau sarapan itu penting banget untuk mengisi energi demi mengawali hari yang panjang, jadi saya resmi tergabung jadi #timwajibsarapan !

Continue reading “Sarapan Super Simple So Good”

Advertisements
Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Basa-basi Terbasi Saat Lebaran

Assalamualaikum, selamat idulfitri ya. Mohon maaf lahir batin buat semuaaa 😘

Sekarang hari ke-3 lebaran, kira-kira timbangan udah naik berapa gram ya?

(((Gram)))

Kurang lebih 3 hari belakangan ini linimasa instagram dipenuhi foto bareng keluarga ini dan itu.

Gak lupa pakai caption ucapan lebaran, quotes permintaan maaf atau sekedar menghitung hari.

“Lebaran day 1”

“Lebaran day 2”

Sampai “Lebaran day 27”

Kemudian di-unfollow massal karena bosen posting foto lebaran terus, haha 😂

Kemeriahan hari raya biasanya makin terasa kalau berkumpul dengan orang-orang kesayangan, makanya di Indonesia ada istilah mudik kan?!.

Tapi, ternyata ya gak sedikit yang menghindari acara kumpul keluarga ini.

Kenapa oh kenapa…

Karena males ditanya ini itu yang akhirnya malah bikin tersinggung. Bener kan?

Model pertanyaan semacam “kapan” yang selalu menghantui kita kalau mau ikutan kumpul keluarga.

Mulai kapan nikah, kapan lulus, kapan nambah anak, kapan ganti mobil, sampai kapan nambah istri 😝

Sejujurnya, saya pun kadang jadi males juga ikutan kumpul keluarga kalau membayangkan akan ada ribuan pertanyaan yang mengganggu.

Semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing sih, kalau yang tipenya lumayan rebel gitu langsung dijawab ceplas-ceplos.

Atau ada yang tipenya introvert yang senyam-senyum gak menanggapi apa-apa.

Dan ada tipe sensitif yang malah jadi sedih, tersinggung, bahkan marah.

Nah, harusnya hal kaya gini gak terjadi di moment kumpul keluarga kan, apalagi di hari lebaran.

Masa’ moment yang harusnya saling memaafkan, kembali menyambung silaturahmi, seru-seruan bareng malah dinodai dengan sikap yang akhirnya bikin bete dan males buat datang kumpul keluarga berikutnya.

Huhu.

Tidak sedikit pertanyaan atau topik obrolan yang kadang niatnya buat “basa-basi” belaka berakhir dengan meninggalkan bekas noda membandel di hati, beberapa diantaranya adalah……

Continue reading “Basa-basi Terbasi Saat Lebaran”

Diary of Alfarabi, Weekend List

4 Kolam Renang Instagramable di Jakarta

Sudah bukan rahasia lagi, kalau budaya mengisi liburan saat ini tidak hanya sekedar mencari udara segar semata.

Lokasi yang instagramable sudah tentu menjadi salah satu tujuan wisata yang paling digandrungi, yang tidak hanya diminati oleh kaum milenial tetapi sudah merambah ke semua lini usia.

Makanya tidak jarang meski kadang tempat wisata yang dituju sulit dijangkau, asalkan memiliki spot foto kekinian tidak sedikit orang yang akan berlomba-lomba menuju ke sana.

Nah, salah satu tujuan mengisi akhir pekan yang cukup sering dikunjungi adalah kolam renang.

Kali ini saya ingin membagikan beberapa tempat renang yang tidak hanya memiliki pemandangan menyejukkan mata tetapi juga cocok untuk dijadikan latar belakang foto untuk di-posting di berbagai media sosial.

Berikut 4 kolam renang di ibu kota dengan pemandangan indah seperti di luar kota.

Continue reading “4 Kolam Renang Instagramable di Jakarta”

Diary of Alfarabi, Parenting

Menuntun Anak Melawan Aksi Terorisme

Rentetan pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo sungguh bikin hati pilu ya..

Dari kemarin pagi saya ikutin terus gimana perkembangan kasus tersebut, informasinya mengalir deras gak hanya dari media elektronik tapi juga online.

Jagat media sosial juga jadi ramai-ramai membahas dan tanpa sadar pikiran kita jadi lebih terbuka tentang aksi terorisme ini.

Memang tidak sedikit yang bikin keadaan menjasi lebih keruh, mencampuradukkan isu lain di tengah keprihatinan.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk bersama-sama #bersatumelawanteroris ?

Continue reading “Menuntun Anak Melawan Aksi Terorisme”

Diary of Alfarabi

Ketika Kulit Lembab Bukan Sekedar Impian

Memiliki kulit yang lembab nan cerah tentunya menjadi impian setiap wanita, apalagi jika wajah terasa sangat ringan bahkan setelah memakai berbagai produk kecantikan.

Jauh sebelum kita sibuk mengoleksi banyak varian item makeup, ada baiknya kita telah menemukan skincare yang cocok.

Sebab, apa artinya tampilan makeup yang menawan jika tidak didukung oleh wajah dengan kulit yang sehat.

Nah, berikut ini ada beberapa rekomendasi moisturizer dan skin protector yang telah dikenal bertekstur ringan saat digunakan. Ketiganya merupakan produk dari Wardah, brand muslimah pertama di Indonesia

Continue reading “Ketika Kulit Lembab Bukan Sekedar Impian”

Diary of Alfarabi, Friendship, Sharing Stories

Tentang Pertemanan : Yakin Iri Sama Yang (Kelihatan) Bahagia?

Dunia media sosial sekarang ini memang jadi candu banget ya, hampir seluruh sisinya memperlihatkan kesempurnaan.

Rasanya gak ada celah sedikit pun buat hal-hal normal yang terjadi di kehidupan sehari-hari, semua serba “wah” yang bikin berkali-kali berdecak kagum.

Begitu lah fenomena media sosial yang buat sebagian orang, kadang bukannya untuk menghibur malah bikin stress.

Ya, stress karena sepertinya kok segala hal yang kita lihat di sana tujuannya gak lagi sekedar sharing happiness ya tapi malah jadi ajang kompetisi.

Bener gak?

Hahahaha

Jadi, kemarin malam chat ngalor-ngidul sama salah satu sahabat lama, tiba-tiba aja kepikiran buat blogpost tentang ini.

Tentang fenomena “iri-irian” di media sosial. Sepertinya gak asing lagi buat kita ya (((kita))) 😅 kalau tanpa sadar kita sering membatin saat lagi “sibuk” scrolling media sosial.

Khususnya Instagram.

Kenapa?

Continue reading “Tentang Pertemanan : Yakin Iri Sama Yang (Kelihatan) Bahagia?”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Jadi, Mengapa Dia?

Akhir pekan lalu, demi membunuh kejenuhan saya yang sedang merebak akhir-akhir ini, saya putuskan untuk menengok kembali perjalanan hidup saya beberapa tahun kebelakang.

Darimana lagi kalau bukan hasil rekam jejak dari sosial media, yaitu facebook dan twitter. Karena instagram saya baru aktif digunakan sekitar 2 tahun terakhir ini.

Dan kira-kira apa ya yang saya temukan?

Banyaaaaak.

Berbagai hal kesukaan yang dulu sering saya lakukan. Mulai dari tulis menulis, fotografi, sampai hal remeh seperti hang out atau curhat sepanjang malam dengan teman-teman terdekat.

Nah, salah satu hal yang paling menarik hati adalah berbagai personal massage antara saya dan para sahabat juga dengan sang pujaan hati.

Pujaan hati saat itu yang saat ini menjadi pujaan sepanjang masa 😳 wahahaha

Nah, sesuai judulnya “Jadi, Mengapa Dia?

Continue reading “Jadi, Mengapa Dia?”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories, Weekend List

Mengajak Anak Menikmati Alam Bersama Hiking Bocah

Akhir pekan lalu tanpa terencana sebelumnya, saya mendaftarkan diri untuk ikut trip bersama Hiking Bocah.

Beruntungnya kami masih dapat bergabung meski daftar di penghunjung perjalanan alias sehari sebelum trip dilaksanakan.

Karena tiba-tiba saja saya kepikiran untuk mengajak Abi hiking, didukung ayahnya dan saya yang juga tidak ada acara lain.

Maka, hari minggu pagi kami berangkat dari rumah menuju kawasan Katulampa, Bogor. Nama daerahnya terdengar cukup familiar ya di telinga kita, tidak lain karena ketinggian pintu air katulampa ini sering diberitakan di berbagai media massa khususnya saat musim penghujan tiba.

Kira-kira dua jam perjalanan, akhirnya kami sampai di tempat tujuan yaitu Homebase Hiking Bocah.

Continue reading “Mengajak Anak Menikmati Alam Bersama Hiking Bocah”

Diary of Alfarabi, Self Reminder, Sharing Stories

Kejenuhan Ini Membunuhku

Baru-baru ini saya lagi merasa jenuh banget, entah lah awalnya kenapa..

Sepertinya hidup kok gini-gini aja, mulai dari bangun pagi sampai tidur malam selalu “rata-rata” sama, paling bedanya saat libur atau weekend.

Apa ini yang dinamakan kurang piknik? Hahaha

Akhirnya saya menyadari satu hal, saya udah menjalani pekerjaan yang sekarang kurang lebih 7 tahun.

Dan itu WOW banget sih, gak terasa waktu bisa berjalan secepat ini. Tapi, memang ya saya bukan tipe yang suka gonta-ganti pekerjaan. Ini artinya saya termasuk yang setia atau emang maunya di comfort zone aja ? 😐😐😐

Dan ternyata, setelah saya sadari. Beberapa tahun belakang ini saya memang stuck di kegiatan yang itu-itu aja, seolah merasa nyaman sampai saya lupa kalau akan ada saatnya saya jenuh menjalani semua ini.

Ya, semua yang rasanya jalan lurus dan mulus aja. Gak ada lagi tantangannya, karena memang dikerjakan hampir setiap hari. Rasanya semua berjalan auto aja, gak lagi harus punya persiapan apa-apa.

Continue reading “Kejenuhan Ini Membunuhku”

Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Fenomena Nikah Muda : Menghindari Zina atau Hanya Kenikmatan Belaka

Kira-kira pertengahan bulan lalu, warganet dikejutkan dengan berita pelajar SMP yang memutuskan untuk menikah di KUA.

Sejujurnya saya pun langsung tertarik dengan kabar pernikahan yang mendadak viral ini, jangankan memilih untuk membangun biduk rumah tangga *bahasnya* saat seusia mereka bahkan saya belum punya pacar 😐😐

Seperti kebanyakan orang yang penasaran apa latar belakang keputusan mereka untuk “menikah (sangat) muda” ini, saya pun juga akhirnya ikutan kepo.

Sayangnya berita yang beredar tentang mereka belum dijabarkan secara dalam. Saat itu informasi yang saya dapatkan kalau keduanya ingin menikah secara SAH di mata hukum, tetapi karena ditolak oleh KUA akhirnya harus ada pengajuan banding ke pengadilan agama.

*Ini kok baru mau nikah aja udah main ke pengadilan, ku pusing memikirkannya 🙇*

Dan ternyata dari pihak keluarga melakukan pengajuan ke pengadilan agama dan disetujui dong sodara-sodara, mari kita bersama-sama bertepuk tangan 👏👏

Alasan diperbolehkan menikah ini karena ibu dari calon mempelai wanita sudah wafat, sedangkan ayahnya sibuk kerja dan dia jadi takut tidur sendirian.

Continue reading “Fenomena Nikah Muda : Menghindari Zina atau Hanya Kenikmatan Belaka”