Diary of Alfarabi, Parenting

Menuntun Anak Melawan Aksi Terorisme

Rentetan pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo sungguh bikin hati pilu ya..

Dari kemarin pagi saya ikutin terus gimana perkembangan kasus tersebut, informasinya mengalir deras gak hanya dari media elektronik tapi juga online.

Jagat media sosial juga jadi ramai-ramai membahas dan tanpa sadar pikiran kita jadi lebih terbuka tentang aksi terorisme ini.

Memang tidak sedikit yang bikin keadaan menjasi lebih keruh, mencampuradukkan isu lain di tengah keprihatinan.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk bersama-sama #bersatumelawanteroris ?

Continue reading “Menuntun Anak Melawan Aksi Terorisme”

Advertisements
Diary of Alfarabi, Parenting

Mengapa Daycare, Kalau Dekat dengan Rumah Nenek?

Saat ini, daycare atau penitipan anak merupakan salah satu opsi yang cukup dipertimbangankan oleh para orang tua, khususnya bagi mereka yang bekerja.

Namun ternyata tidak sedikit orang tua yang masih bimbang dan galau dalam memutuskan “apakah menitipkan anak di daycare adalah pilihan yang tepat?”.

Apalagi jika dihadapkan pilihan mengapa tidak ditinggal bersama pengasuh bayi (baby sitter) atau dititip di rumah nenek, semakin dilema jika rumah kita masih serumah atau berdekatan dengan rumah orang tua (seperti saya).

Sejujurnya, sebelum memutuskan untuk memasukkan Abi ke daycare, saya dan suami juga binggung yang akhirnya merasa ragu.

Ditambah rasa tidak enak bahkan khawatir ada penolakan ini itu karena dianggap “tega” menitipkan anak di “tempat penitipan” 😢😢😢.

Meski bimbang tapi kami yakin sepertinya daycare pilihan yang tepat untuk Abi saat ini.

Faktor utama Abi tidak (lagi) dititipkan di rumah neneknya adalah karena kondisi kesehatan ibu saya yang sudah lagi tidak fit untuk menjaga Abi (yang super aktif), setelah beberapa kali kesehatan ibu saya memburuk dan berakhir di opname, saat itu lah saya mantap tak mantap memutuskan Abi untuk masuk ke daycare.

Continue reading “Mengapa Daycare, Kalau Dekat dengan Rumah Nenek?”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Weaning With Ikhlas (Bag.2)

Baca cerita sebelumnya : Weaning With Ikhlas Bagian I

Seperti rencana saya diawal, saya harus konsisten dan ikhlas menghadapi semua inu, saya mencoba punya stock kesabaran segudang agar bisa melewati ini dengan hati yang lapang.

Tetapi tidak bisa dibohongi kalau di lubuk hati terdalam saya merasa sedih melihat Abi terus menangis, ingin rasanya saya menyusuinya dan semua cobaan ini selesai.

Alhamdulillah saya masih kuat tekad dan iman 😂 saya tidak mau usaha ini menjadi gagal hanya karena saya tidak tega dan malah membuat Abi bingun dan merasa dipermainkan.

Karena kondisi PD saya yang makin membengkak ditambah saya tidak bisa tidur semalaman, salah seorang teman menyarankan untuk membubuhkan sedikit obat luka di puting saya, dia berharap akan membuat Abi lebih ikhlas karena mengetahui ibunya sedang sakit.

Meski dalam metode penyapihan yang benar tidak boleh ada usaha untuk membohongi anak, ternyata saat itu saya gelap mata juga 😅

Continue reading “Weaning With Ikhlas (Bag.2)”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Weaning With Ikhlas

Bicara soal weaning (menyapih) pasti bukan hal asing di kalangan para ibu. Bagi ibu yang baru punya anak pertama, proses menyapih ini salah satu bagian tersulit setelah melahirkan dan menyusui.

Iya, perkara menyusui juga bukan lah yang mudah. Segala halang rintang yang menghadang tak hentinya harus kita perjuangkan.

Mulai dari keinginan memberikan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada saat anak baru lahir, menyusui dengan puting yang luar biasa perih, sering terbangun tengah malam, belum lagi harus punya stock ASI bagi ibu bekerja dan lain sebagainya.

Harapan sang anak lulus S1 – S3 alias dari ASI eksklusif hingga berusia 2 tahun juga merupakan tantangan yang sama sekali tidak mudah untuk dilewati.

Namun, proses menyapih ternyata tidak kalah menantangnya. Nah, bagi para ibu yang akan menyapih anak di usia 2 tahun, saya akan cerita sedikit soal proses menyapih Abi.

Meski ada beberapa drama kecil namun saya sungguh bahagia Abi (dan saya juga ayahnya) bisa melewati tahap ini. Berikut kisahnyaaaa…

Continue reading “Weaning With Ikhlas”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Tamparan Keras Film Posesif Bagi Dunia Parenting

Source

Siapa di sini yang belum nonton film Posesif? Ayo-ayo tunjuk tangan !

Tenang.. saya juga baru nonton kok 😅 padahal filmnya sudah tayang tahun lalu, hehe gak apa ya katanya kan “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” 😀

Awalnya alasan saya nonton film ini cuma karena penasaran sama sosok Putri Marino, yang namanya mendadak jadi hits (banget) karena make up yang super duper simple di acara pernikahannya dengan Chiko Jerico.

Hmm, biasanya saya juga gak begitu minat sama film percintaan remaja macam gini, karena biasanya ceritanya mudah ditebak dan minim konflik 😑

Isinya pasti gak jauh dari warna-warni percintaan yang dipenuhi kata-kata gombal, seakan selama hidup yang dipikirin cuma sayang-sayangan (dan kuota internet 😝)

Tapi ternyata film posesif ini beda. Seriously, ceritanya gak standar seperti film asmara kebanyakan dan saat nonton kita terasa ikutan ditampar-tampar 😐

Film mana lagi yang berani nampar ibu-ibu?

*langsung pasang lampu sign kanan dan belok ke kiri*

Continue reading “Tamparan Keras Film Posesif Bagi Dunia Parenting”

Diary of Alfarabi, Parenthood, Parenting, Sharing Stories

Jangan Hakimi Para Ibu Muda!

“Anaknya main hp terus, nanti kecanduan gadget lho!”

“Gak boleh bilang “Jangan” ke anak bu, gak bagus buat perkembangannya!”

“Kenapa anaknya minum sufor bu? ASI kan nutrisi paling baik, males nyusuin ya?”

“MPASI itu harus homemade, masa bayi dikasih makanan kemasan sih!”

“Anak kamu pakai diaper? Berarti ikut andil memperbanyak jumlah sampah di dunia ya, gak banget sih!

Kenapa pilih lahir caesar bu? Takut gak tahan waktu mules pembukaan ya?”

😒😒😒😒😒😒

Dan masih banyaaaaaak lagi contoh statement “KEPEDULIAN” antar para ibu sejagat raya.

Mungkin diantara kita pernah mengalami atau bahkan sering mendengar beberapa pernyataan di atas.

Rasanya saya sampai hapal padanan kata yang biasa digunakan dalam rangka gerakan peduli urusan ibu-ibu lain 😅😅

Alhamdulillah-nya saya belum pernah diberi statement seperti di atas, cuma tetap aja pasti ada celah dari diri kita yang bisa dikomentari, huhuuuuu 😌

Continue reading “Jangan Hakimi Para Ibu Muda!”

Diary of Alfarabi, Parenthood, Parenting, Sharing Stories

Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare (Part 2)

Berbeda dari cerita sebelumnya tentang very first experience Abi dititip di daycare yang penuh drama dan air mata.

Baca juga : Pertama Kali Menitipkan Abi di Daycare

Kali ini cerita soal pengalaman pertama (juga) karena daycare-nya baru. Iya, saya akhirnya memindahkan Abi ke daycare yang lain karena satu dan lain hal.

😒 *sok rahasia* 😒

Continue reading “Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare (Part 2)”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Katanya “Ibu Madrasah Utama” , Kok Anaknya Masuk PAUD?

Banyak parenting quotes yang mengangkat soal peran ibu dalam keluarga, salah satunya adalah tentang ibu merupakan madrasah pertama dan utama.

Dalam 5 tahun pertama atau biasa disebut masa golden age, alangkah baiknya anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Sejujurnya saya sangat setuju dengan pendapat demikian, tetapi semakin berjalannya waktu pemahaman tentang “Ibu adalah Madrasah Utama” ini menjadi bergeser bahkan membuat perih.

Mengapa begitu?

Continue reading “Katanya “Ibu Madrasah Utama” , Kok Anaknya Masuk PAUD?”

Diary of Alfarabi, Parenthood, Parenting, Sharing Stories

Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare

Kurang lebih 3 tahun sudah, Abi terbiasa saya tinggal untuk bekerja. Karena pekerjaan saya bisa dibilang freelance maka waktu bekerjanya bisa lebih fleksibel tapi tidak pasti.

Dua minggu lalu, saya sedang cukup banyak kerjaan yang mengharuskan saya meninggalkan Abi cukup lama. Ditambah dengan kondisi ibu saya yang belum pulih betul setelah pulang opname selama 3 hari,

Akhirnya saya pun memutuskan untuk menitipkan Abi di daycare yang tidak jauh dari rumah, minggu sebelumnya saya sempat survey beberapa daycare dan sepertinya ada salah satunya yang cocok di hati.

Dari jauh hari saya sudah bercerita tentang daycare atau yang saya sebut “sekolah” agar Abi lebih mudah memahaminya.

Mungkin untuk ibu yang menitipkan anak yang masih bayi atau batita rasanya tidak secampur aduk ini.

Kenapa?

Continue reading “Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare”

Diary of Alfarabi, Parenting

Survey Daycare #4 : Bulan Bintang Daycare

Blogpost ini masih lanjutan beberapa postingan sebelumnya tentang survey daycare yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Baca juga survey daycare sebelumnya ya..

Nurul Iman Daycare

Nadira Daycare

Rumah Ceria Daycare

Nah, minggu ini saya menyempatkan diri lagi untuk survey beberapa daycare yang sudah saya buat daftarnya. Berikut saya tulis ulasannya di bawah ini ya…

Bulan Bintang Islamic Montessori Preschool and Daycare

Continue reading “Survey Daycare #4 : Bulan Bintang Daycare”