Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Karena Nikah Itu Bukan Untuk Bahagia

Iya, dulu tuh saya mikirnya “Aduh enak banget sih kalau udah nikah, bisa ketemu sama orang yang kita sayang setiap hari”

😅😅😅😅😅

Saat itu sebagai seorang belia 😝 yang memutuskan menikah di usia 22 tahun, jujur ilmu soal pernikahan saya cetek banget yaaampun, sekarang gak jauh sih hahahaha.

At least sekarang saya udah lebih banyak baca dan tau, karena ya bener sih kata pepatah “pengalaman adalah guru terbaik”, tapi karena dulu gak banyak belajar jadi lebih banyak surprise-nya 😐😐

Kejutan-kejutan yang tidak hanya manis, tapi pahit asam asin 😑

Iya, pernikahan tuh gak seindah di film kawan-kawan. Yang isinya cuma sayang-sayangan, berbalas cinta, pegangan tangan, pelukan, saling melempar senyum, main kejar-kejaran di taman dan lain lain….

Continue reading “Karena Nikah Itu Bukan Untuk Bahagia”

Advertisements
Diary of Alfarabi, Friendship, Sharing Stories

Tentang Pertemanan : Untuk Mereka Teman Yang Kurang Waras

Entah lah sudah berapa lama sejak blogpost terakhir, kayanya blog ini udah lama gak tersentuh, jadi usang dan berdebu *halah*.

Malam eh dini hari ini tiba-tiba aja mau sharing sesuatu, tapi sama siapaaaa… karena ini gak penting (penting banget sih).

Ya, jadi beberapa hari ini kehidupan saya lagi lumayan berat buat dijalani. Beberapa kali saling ngambek sama suami cuma karena hal-hal super sepele, kerjaan juga lagi banyak, kadang lelah ngurus rumah dan jujur kadang stock sabar abis tak bersisa, Abi juga makin aktif dan bikin badan linu..

Libur kerja atau pas weekend jadi males buat kemana-mana, gak pernah lagi ikut seminar atau sharing session apapun, males nge-blog dan puncaknya gak nafsu banget buat posting apapun di media sosial.

Ya bagus sih jadi bener-bener terasa hidup di dunia nyata, karena kadang bukan cuma realitas aja yang bikin jenuh tapi dunia maya juga.

Bikin nagih, tapi lama-lama ngebosenin, iya gak sih?!

Nah, di saat “suntuk” sama kehidupan gini selain lebih mendekatkan diri sama Tuhan. Cara lainnya adalah lakukan hal-hal yang membahagiakan buat diri sendiri.

Iya, diri sendiri aja dulu. Udah cukup deh hidup kita berusaha buat nyenengin sana sini, tapi seberapa banyak sih kita pernah prioritasin kebahagian kita sendiri, dibanding dengerin omongan orang.

Nah, salah satu hal yang paling membahagiakan buat saya adalah….

Continue reading “Tentang Pertemanan : Untuk Mereka Teman Yang Kurang Waras”

Diary of Alfarabi, Parenting

Mengapa Daycare, Kalau Dekat dengan Rumah Nenek?

Saat ini, daycare atau penitipan anak merupakan salah satu opsi yang cukup dipertimbangankan oleh para orang tua, khususnya bagi mereka yang bekerja.

Namun ternyata tidak sedikit orang tua yang masih bimbang dan galau dalam memutuskan “apakah menitipkan anak di daycare adalah pilihan yang tepat?”.

Apalagi jika dihadapkan pilihan mengapa tidak ditinggal bersama pengasuh bayi (baby sitter) atau dititip di rumah nenek, semakin dilema jika rumah kita masih serumah atau berdekatan dengan rumah orang tua (seperti saya).

Sejujurnya, sebelum memutuskan untuk memasukkan Abi ke daycare, saya dan suami juga binggung yang akhirnya merasa ragu.

Ditambah rasa tidak enak bahkan khawatir ada penolakan ini itu karena dianggap “tega” menitipkan anak di “tempat penitipan” 😢😢😢.

Meski bimbang tapi kami yakin sepertinya daycare pilihan yang tepat untuk Abi saat ini.

Faktor utama Abi tidak (lagi) dititipkan di rumah neneknya adalah karena kondisi kesehatan ibu saya yang sudah lagi tidak fit untuk menjaga Abi (yang super aktif), setelah beberapa kali kesehatan ibu saya memburuk dan berakhir di opname, saat itu lah saya mantap tak mantap memutuskan Abi untuk masuk ke daycare.

Continue reading “Mengapa Daycare, Kalau Dekat dengan Rumah Nenek?”

Diary of Alfarabi

Pertanyaan Penting Sebelum Menentukan Daycare Untuk Anak

Kurang lebih dua bulan yang lalu saya dan suami sedang bolak-balik survey daycare untuk Abi.

Nah, waktu survey ke berbagai daycare tersebut, saya sudah menyiapkan beberapa poin kriteria yang saya rasa akan sesuai dengan metode pengasuhan kami dan juga demi kenyamanan Abi.

Nah, hal-hal apa saja yang bisa kita ditanyakan sebelum memilih apakah daycare tersebut cocok untuk kita dan anak kita.

Karena sama halnya seperti sekolah pada umumnya, di daycare pun ada biaya masuk (uang pangkal) yang harganya lumayan dan juga uang kegiatan yang biasanya dibayarkan per tahun.

Apalagi

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Weaning With Ikhlas (Bag.2)

Baca cerita sebelumnya : Weaning With Ikhlas Bagian I

Seperti rencana saya diawal, saya harus konsisten dan ikhlas menghadapi semua inu, saya mencoba punya stock kesabaran segudang agar bisa melewati ini dengan hati yang lapang.

Tetapi tidak bisa dibohongi kalau di lubuk hati terdalam saya merasa sedih melihat Abi terus menangis, ingin rasanya saya menyusuinya dan semua cobaan ini selesai.

Alhamdulillah saya masih kuat tekad dan iman 😂 saya tidak mau usaha ini menjadi gagal hanya karena saya tidak tega dan malah membuat Abi bingun dan merasa dipermainkan.

Karena kondisi PD saya yang makin membengkak ditambah saya tidak bisa tidur semalaman, salah seorang teman menyarankan untuk membubuhkan sedikit obat luka di puting saya, dia berharap akan membuat Abi lebih ikhlas karena mengetahui ibunya sedang sakit.

Meski dalam metode penyapihan yang benar tidak boleh ada usaha untuk membohongi anak, ternyata saat itu saya gelap mata juga 😅

Continue reading “Weaning With Ikhlas (Bag.2)”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Weaning With Ikhlas

Bicara soal weaning (menyapih) pasti bukan hal asing di kalangan para ibu. Bagi ibu yang baru punya anak pertama, proses menyapih ini salah satu bagian tersulit setelah melahirkan dan menyusui.

Iya, perkara menyusui juga bukan lah yang mudah. Segala halang rintang yang menghadang tak hentinya harus kita perjuangkan.

Mulai dari keinginan memberikan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada saat anak baru lahir, menyusui dengan puting yang luar biasa perih, sering terbangun tengah malam, belum lagi harus punya stock ASI bagi ibu bekerja dan lain sebagainya.

Harapan sang anak lulus S1 – S3 alias dari ASI eksklusif hingga berusia 2 tahun juga merupakan tantangan yang sama sekali tidak mudah untuk dilewati.

Namun, proses menyapih ternyata tidak kalah menantangnya. Nah, bagi para ibu yang akan menyapih anak di usia 2 tahun, saya akan cerita sedikit soal proses menyapih Abi.

Meski ada beberapa drama kecil namun saya sungguh bahagia Abi (dan saya juga ayahnya) bisa melewati tahap ini. Berikut kisahnyaaaa…

Continue reading “Weaning With Ikhlas”

Diary of Alfarabi, Parenting, Sharing Stories

Tamparan Keras Film Posesif Bagi Dunia Parenting

Source

Siapa di sini yang belum nonton film Posesif? Ayo-ayo tunjuk tangan !

Tenang.. saya juga baru nonton kok 😅 padahal filmnya sudah tayang tahun lalu, hehe gak apa ya katanya kan “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” 😀

Awalnya alasan saya nonton film ini cuma karena penasaran sama sosok Putri Marino, yang namanya mendadak jadi hits (banget) karena make up yang super duper simple di acara pernikahannya dengan Chiko Jerico.

Hmm, biasanya saya juga gak begitu minat sama film percintaan remaja macam gini, karena biasanya ceritanya mudah ditebak dan minim konflik 😑

Isinya pasti gak jauh dari warna-warni percintaan yang dipenuhi kata-kata gombal, seakan selama hidup yang dipikirin cuma sayang-sayangan (dan kuota internet 😝)

Tapi ternyata film posesif ini beda. Seriously, ceritanya gak standar seperti film asmara kebanyakan dan saat nonton kita terasa ikutan ditampar-tampar 😐

Film mana lagi yang berani nampar ibu-ibu?

*langsung pasang lampu sign kanan dan belok ke kiri*

Continue reading “Tamparan Keras Film Posesif Bagi Dunia Parenting”

Diary of Alfarabi, Parenthood, Parenting, Sharing Stories

Jangan Hakimi Para Ibu Muda!

“Anaknya main hp terus, nanti kecanduan gadget lho!”

“Gak boleh bilang “Jangan” ke anak bu, gak bagus buat perkembangannya!”

“Kenapa anaknya minum sufor bu? ASI kan nutrisi paling baik, males nyusuin ya?”

“MPASI itu harus homemade, masa bayi dikasih makanan kemasan sih!”

“Anak kamu pakai diaper? Berarti ikut andil memperbanyak jumlah sampah di dunia ya, gak banget sih!

Kenapa pilih lahir caesar bu? Takut gak tahan waktu mules pembukaan ya?”

😒😒😒😒😒😒

Dan masih banyaaaaaak lagi contoh statement “KEPEDULIAN” antar para ibu sejagat raya.

Mungkin diantara kita pernah mengalami atau bahkan sering mendengar beberapa pernyataan di atas.

Rasanya saya sampai hapal padanan kata yang biasa digunakan dalam rangka gerakan peduli urusan ibu-ibu lain 😅😅

Alhamdulillah-nya saya belum pernah diberi statement seperti di atas, cuma tetap aja pasti ada celah dari diri kita yang bisa dikomentari, huhuuuuu 😌

Continue reading “Jangan Hakimi Para Ibu Muda!”

Diary of Alfarabi, Friendship, Sharing Stories

Tentang Pertemanan : Mereka yang Pergi dan Datang Kembali

Mau nulis soal kisah pertemanan entah dari kapan niatnya, iya niatnya aja realisasinya kapan-kapan.

Mumpung sekarang lagi mood nulis ya lanjut lah bahas tentang pertemanan. Biasanya kita (((kita?))) sering dengar ya istilah “Teman yang datang dan pergi”.

Tapi ini kok dibalik? Ada apa ini? Ada apa?

*ku tiba-tiba tahu ekspresi kalian saat ini*

😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒

Yang merasa terganggu dari awal tulisan sebaiknya angkat kaki ya dari sini, soalnya akan lebih banyak lagi ketidakjelasan yang gak senyaman bahunya Adipati Dolken, loh?!

Continue reading “Tentang Pertemanan : Mereka yang Pergi dan Datang Kembali”

Diary of Alfarabi, Parenthood, Parenting, Sharing Stories

Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare (Part 2)

Berbeda dari cerita sebelumnya tentang very first experience Abi dititip di daycare yang penuh drama dan air mata.

Baca juga : Pertama Kali Menitipkan Abi di Daycare

Kali ini cerita soal pengalaman pertama (juga) karena daycare-nya baru. Iya, saya akhirnya memindahkan Abi ke daycare yang lain karena satu dan lain hal.

😒 *sok rahasia* 😒

Continue reading “Pengalaman Pertama Menitipkan Anak di Daycare (Part 2)”