Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!

Bermula dari tahun lalu saya dan suami berniat ingin membelikan Abi sepeda, alasan remehnya karena kalau diajak olahraga pagi, Abi cuma ikutan lari sebentar sisanya menyusuri pinggir lapangan, entah lihat-lihat semut, kumpulkan daun, atau lempar-lempar batu.

Kami juga pernah bawa bola untuk dimainkan bersama, awalnya bolanya ditendang atau main lempar tangkap setelahnya Abi bosan dan balik lagi eksplore di pinggir lapangan 😅😅

Akhirnya saya mulai cari-cari sepeda, baca artikel maupun forum. Ternyata ada beberapa orang tua yang menyarankan untuk memberikan balance bike atau sepeda keseimbangan untuk sepeda pertama anaknya.

Saya pun segera cari tahu, apa sih balance bike itu?. Kembali buka tutup google dan youtube dan rasanya saya juga jatuh cinta dengan balance bike.

Sebelum memutuskan membeli balance bike, kami test dulu ke Abi, khawatir ternyata dia gak suka atau malah belum tertarik bermain sepeda. Kami sewa balance bike dan ternyata Abi suka banget !! 😍😍

Rasanya gak ada yang lebih bahagia daripada pilihan kita sebagai orang tua juga disukai oleh anak.

Continue reading “Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!”

Advertisements
Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Kok Sepedanya Tanpa Pedal?

P_20170613_132720.jpg

Kurang lebih dua bulan Abi punya sepeda keseimbangan alias balance bike. Cerita lengkapnya ada di post-post sebelumnya.

Baca Juga : Mencoba Balance Bike di TMII

Baca yang ini juga ya : Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!

Tapi entah kenapa rasanya belum puas mengeluarkan isi hati soal Si Sepeda ini. Selain karena banyak yang tanya “Kenapa sepeda kok gak pakai pedal?” , lama-lama juga makin banyak yang melihat sinis ke arah saya karena sepeda Abi gak ada pedalnya. Entah mereka ga habis pikir saya pelit banget gak beliin sekalian pedalnya 😂 atau kok tega banget anak 2 tahun disuruh dorong-dorong sepeda, bukan di suruh gowes sepeda “kaya orang-orang”.

Continue reading “Kok Sepedanya Tanpa Pedal?”