Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Fenomena Nikah Muda : Menghindari Zina atau Hanya Kenikmatan Belaka

Kira-kira pertengahan bulan lalu, warganet dikejutkan dengan berita pelajar SMP yang memutuskan untuk menikah di KUA.

Sejujurnya saya pun langsung tertarik dengan kabar pernikahan yang mendadak viral ini, jangankan memilih untuk membangun biduk rumah tangga *bahasnya* saat seusia mereka bahkan saya belum punya pacar 😐😐

Seperti kebanyakan orang yang penasaran apa latar belakang keputusan mereka untuk “menikah (sangat) muda” ini, saya pun juga akhirnya ikutan kepo.

Sayangnya berita yang beredar tentang mereka belum dijabarkan secara dalam. Saat itu informasi yang saya dapatkan kalau keduanya ingin menikah secara SAH di mata hukum, tetapi karena ditolak oleh KUA akhirnya harus ada pengajuan banding ke pengadilan agama.

*Ini kok baru mau nikah aja udah main ke pengadilan, ku pusing memikirkannya 🙇*

Dan ternyata dari pihak keluarga melakukan pengajuan ke pengadilan agama dan disetujui dong sodara-sodara, mari kita bersama-sama bertepuk tangan 👏👏

Alasan diperbolehkan menikah ini karena ibu dari calon mempelai wanita sudah wafat, sedangkan ayahnya sibuk kerja dan dia jadi takut tidur sendirian.

Continue reading “Fenomena Nikah Muda : Menghindari Zina atau Hanya Kenikmatan Belaka”

Advertisements
Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Karena Nikah Itu Bukan Untuk Bahagia

Iya, dulu tuh saya mikirnya “Aduh enak banget sih kalau udah nikah, bisa ketemu sama orang yang kita sayang setiap hari”

😅😅😅😅😅

Saat itu sebagai seorang belia 😝 yang memutuskan menikah di usia 22 tahun, jujur ilmu soal pernikahan saya cetek banget yaaampun, sekarang gak jauh sih hahahaha.

At least sekarang saya udah lebih banyak baca dan tau, karena ya bener sih kata pepatah “pengalaman adalah guru terbaik”, tapi karena dulu gak banyak belajar jadi lebih banyak surprise-nya 😐😐

Kejutan-kejutan yang tidak hanya manis, tapi pahit asam asin 😑

Iya, pernikahan tuh gak seindah di film kawan-kawan. Yang isinya cuma sayang-sayangan, berbalas cinta, pegangan tangan, pelukan, saling melempar senyum, main kejar-kejaran di taman dan lain lain….

Continue reading “Karena Nikah Itu Bukan Untuk Bahagia”

Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Kapan Terakhir Kali Quality Time bersama Suami?

Having children is the greatest thing that can happen to you. But, don’t ever stop dating your wife and don’t ever stop flirting with your husband – Unknown

Kurang lebih 2 tahun yang lalu, beberapa bulan setelah saya melahirkan dan sedang sibuk-sibuknya merawat Abi yang merupakan pengalaman pertama bagi kami.

Saya tidak pernah meninggalkan rumah tanpa Abi, kecuali saat saya sedang mengajar les private yang hanya 2-3 jam sehari.

Mulai dari belanja bulanan, membeli perlengkapan tambahan bayi, membeli makanan di luar atau sekedar ke supermarket semua dilakukan oleh suami, terutama saat saya dan Abi tidak memungkinkan untuk ikut.

Saya dengan egoisnya selalu memilih untuk di rumah bersama Abi karena merasa lebih aman, beruntungnya suami saya pun ‘sepertinya’ merasa tidak keberatan selalu pergi sendirian.

Sampai suatu ketika suami mengajak saya menonton ke bioskop karena hampir 6 bulan kami tidak berpergian berdua, namun dengan halus saya menolak tawarannya.

Saya masih tidak rela menitipkan Abi di rumah ibu saya sedangkan saya hanya bersenang-senang berdua dengan ayahnya.

Continue reading “Kapan Terakhir Kali Quality Time bersama Suami?”

Diary of Alfarabi, Married Life, Parenting, Sharing Stories

Mengajak Suami Ikut Sesi Bicara Rangkul

Sejak awal pernikahan, sepertinya saya dan suami seperti punya kesepakatan ‘tak tertulis’ untuk bersama-sama merawat dan mendidik anak kami kelak.

Dan sekarang kurang lebih menuju lima tahun pernikahan, saya merasa sangat berterima kasih karena andil suami sama besar dalam mengurus Abi.

Abi yang pada Maret 2018 nanti akan tepat berusia 3 tahun sedang dalam sensitive periode, yang artinya dalam masa perkembangan segala aspek penting di dalam dirinya.

Tidak heran jika rasanya dia seakan tidak pernah lelah eksplorasi seisi rumah maupun lingkungan baru yang ia temui.

Kadang sebagai orang tua kita lupa rasa bahagianya jadi anak-anak, sering kali kami yang akhirnya angkat tangan lebih dulu tidak bisa mengimbangi keaktifan Abi atau malah marah-marah jika ada hal-hal aneh yang Abi lakukan.

Semakin bertambahnya usia Abi, saya pun sadar butuh partner kompak yang bisa menemani saya membimbing Abi dimasa keemasannya.

Jangan sampai karena kami minim ilmu, Abi menjadi korban salah pengasuhan. Akhirnya, setelah menimbang cukup lama saya akhirnya berani mengajak suami ikut kelas parenting.

Continue reading “Mengajak Suami Ikut Sesi Bicara Rangkul”

Diary of Alfarabi, Married Life

Memang Suka Butuh Alasan?

(Pict from here)

Beberapa waktu lalu pernah diskusi santai yang berujung #gaksantai 😤

Awalnya remeh banget cuma ngomongin merk hp kesukaan, terus tiba-tiba saya jadi gak habis pikir kenapa ayahnya Abi punya hp impian berharga selangit yang menurut saya biasa aja.

Karena sebenarnya masih banyak brand lain dengan harga segitu yang punya spesifikasi lebih, lebih banget malah. Lebih menurut saya sih, lebih murah dan sepertinya sama-sama bagus kok 😌😌

Continue reading “Memang Suka Butuh Alasan?”

Diary of Alfarabi, Married Life, Sharing Stories

Ternyata Dia Juga Sayang Aku

Ah judulnya macam cerpen-cerpen di Majalah Gadis tahun 2000-an ya, haha

Kira-kira awal bulan ini baca blogpost-nya Mbak Gesi tentang Bertengkar Karena Capek , kemudian senyum sendiri karena kadang saya juga suka ” marah gak jelas” begitu karena lelah ngerjain aktivitas sehari-hari.

Nah, baru kemarin ternyata saya gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba emosian banget. Saking marahnya sampai nangis dan gak bisa tidur 😥. Padahal persoalannya sangat lah sepele kawan.

Jadi gini ceritanya…..

*anak 90-an pasti tau tagline acara tv “Kismis” di RCTI * 😂😂😂😂😂

Malam itu saya, Abi dan ayahnya lagi santai-santai nonton tv sambil minum teh. Abi seperti biasa nyebar mainan ke segala penjuru rumah 😒

Tiba-tiba Abi bilang kalau haus dan minta tolong diambilin minum. Saya buru-buru ke dapur buat ambil air putih, sebelum Abi malah minta minum teh.

“Dengar ya anak-anak..kata bu dokter teh itu tidak baik untuk kalian ya, karena mengurangi daya serap kalsium” 😌😌😌😌

Setelah saya ambilkan air putih, Abi minum seperti biasa dan hal selanjutnya yang dia lakukan adalah …..

“Nyembur airnya dan kena kaki saya”

Kontan saya kaget. Ini anak kenapa sih gak sopan banget sama orang tua. “Gak tau apa ya, ibunya lagi nyeri haid daritadi pagi lemes gak karun, udah diambilin minum malah disembur” banyak kata berkecamuk dalam pikiran saya.

Apa yang ayahnya lakukan?

Tertawa.

Ya, Tertawa yang disambut senyum sumringah oleh Abi.

Continue reading “Ternyata Dia Juga Sayang Aku”