Diary of Alfarabi

Bermain di Bee Bee Land di Cipinang Indah Mall


Berawal dari lihat postingan teman di instagram, saya lagsung tertarik untuk ke sana. Ya, ada playground baru di Cipinang Indah Mall. Memang beberapa tenant di mall tersebut juga belum semuanya dibuka, maklum grand openingnya juga baru beberapa bulan lalu.

Langsung saja ya, harga promo untuk weekday sebesar 30rbu/anak + 1 pendamping dan untuk weekend 35rbu. Anak dan pendamping wajib memakai kaus kaki, rasanya hal tersebut seperti peraturan baku untuk semua arena soft play. Jangan khawatir, di sana juga menjual kaus kaki bagi yang tidak membawanya dari rumah.

Bee bee land ini sebenarnya bukan hanya arena soft play, tetapi di sebelahnya ada arena art and craft juga ruangan untuk merayan pesta ulang tahun. Biaya untuk berkreasi di sana berbeda-beda sesuai karya yang dibuat, sepertinya juga ada jadwalnya setiap hari tema art apa yang akan diajarkan. 

Tempatnya dapat dibilang tidak seluas playground di mall-mall tersohor, hehe. Yang terpenting, di sini kebersihannya terjaga dan semua material kids friendly. Karena arena tangga pun empuk sekali dan sudutnya sudah di buat tumpul. Dan juga playground ini juga sudah di lengkapi dengan cctv, jadi kemananan anak-anak dan barang Insya Allah terjaga.

Permainanya mulai dari yang paling wajid di arena softplay yaitu kolam bola, kemudian perosotan, jungkat-jungkit, car ride on, kuda goyang, ada tempat panjat-panjat dengan tambang, dan beberapa mainan lagi.

Oh iya, di sini tidak ditentukan waktu bermainnya. Jadi dengan tarif yang terbilang terjangkau, anak-anak bisa bermain sepuasnya. Tapi ya, yang namanya anak-anak kalau judulnya bermain pasti tidak ada puasnya. Dan Bee bee land sukses bikin Abi ga mau pulang, dan dengan rayuan maut beli es krim akhirnya dia rela melangkah ke pintu keluar.

Update terbaru (22/05/2017) tiket masuk normal 40.000 weekday dan 45.000 weekend. 

Berikut foto ketika kami di Bee Bee Land, check it out !

Diary of Alfarabi

Bersantai di Warung Salse

Membuat review tentang Warung Salse rasanya ingin kembali ke sana lagi 😍😍. Nah, Warung Salse ini berada di daerah Dago Giri, letaknya tidak jauh dari Dago Dream Park. Akses menuju ke sana juga menanjak ke perbukitan dan jalannya tidak terlalu luas. Dan kalau memasuki weekend atau musim liburan biasanya jalannya akan macet sekali.

Tetapi karena kami ke sana pada weekday, jadi jalannya lengang lancar jaya 😁😁. Waktu itu kami menuju Salse mengikuti arah Google Maps dan hasilnya kami turun di depan Villa Tel Salse, setelah bertanya dengan petugas di sana ternyata Warung Salsenya berada di atas.

Yap, di atas. Kami pikir tidak seberapa jauh ke atasnya. Ternyata oh ternyata kami naik sekitar 3 lantai sampai di lantai paling atas atau lantai pertama Warung Salse. Dulu saya senang sekali jalan kaki atau naik tangga kalau sedang liburan ke suatu tempat, saya pikir sekalian olahraga. Time flies so fast ya saya merasa sudah berumur, baru naik satu lantai rasanya napas sudah di ujung tenggorokan, entah karena naik sambil menggendong Abi yang tertidur atau memang sudah jarang olahraga 😳😳

Warung Salse memiliki 3 lantai dengan tema berbeda-beda, ada juga ruang makan di atas atas jadi akan bagus sekali berfoto di sana berlatar belakang atap bangunan asymmetric. Oh iya, jam 1 siang di sana suhunya 24℃, udaranya sejuk dan adem. Kaca-kaca jendelanya juga besar-besar jadi kalau siang ada pencahayaan alami dan pastinya akan bagus untuk foto 😝

Jujur, saya ke Salse untuk foto di sana hehe. Beberapa kalo lihat Salse tidak sengaja di feed instagram saya. Tempatnya artsy sekali, ada mural-mural di dinding, furniturenya juga epic, dan berwarna-warni di setiap sudutnya.

Di Warung Salse paling bawah ada juga kolamnya, mungkin bisa untuk merendam kaki sembari menunggu makanan datang. Tapi waktu kemarin kami ke sana, tidak banyak spot yang saya foto karena menunggu Abi yang sedang tidur.

So far, saya senang berkunjung ke Salse . Selain tempatnya sejuk dan nyaman, makanannya juga sangat terjangkau (itu yang penting) 😂😂😂

Berikut foto-foto kami sewaktu di Warung Salse

Diary of Alfarabi

Staycation at Clove Garden Hotel and Resort

Liburan singkat kali dipersembahkan oleh Ayah Abi yang mengambil cuti 7 hari padahal kita belum ada rencana mau liburan ke suatu tempat.

Memang ya semua yang serba mendadak bikin kita panik dan jadi ga siap. Rencana untuk liburan ke Bandung mendadak tercetus begitu saja, kami petualang-petualang sejati (hehe) rasanya siap tak siap untuk berangkat liburan kali ini.

Katanya kalau manusia dihadapkan oleh kondisi “kepepet” kerja otaknya akan maksimal bahkan melewati batas. Jadi rencana dadakan ini langsung saya sambut sumringah, pesan hotel jam 10 pagi kemudian kami booking online travel untuk keberangkatan jam 1 siang.

Setelah acara booking-booking tersebut, saya langsung packing untuk perjalanan dua hari semalam kita di Bandung.

Rasanya saya tidak sempat membuat itinerary seperti biasanya, let it flow aja. Selain waktunya tidak ada, toh kami juga hanya sebentar di Bandung. Jadi saya pikir kami akan memaksimalkan kegiatan di hotel dan mungkin akan mendatangi salah satu tempat makan kekinian di Bandung.

Berangkat lah kami pukul 1 siang dengan Baraya Travel. Biaya yang dikeluarkan untuk setiap orang 85.000, termasuk Abi yang sudah berusia 2 tahun. Namun anehnya saat membayar kursi untuk Abi, entah lupa atau bagaimana Abi tidak diberi struk atau nomor kursi. Karena saat itu mobilnya tidak terlalu penuh jadi saya santai saja, karena Abi bisa duduk di beberapa kursi yang kosong. Alhamdulillah, petugasnya memberi kami 3 kursi dalam satu baris jadi Abi pun bisa bebas kesana kemari.

Oh iya, kami pergi dari Baraya Jatiwaringin menuju Surapati 1. Perjalanannya cukup lama karena macet tiada terkira mulai masuk pintu tol hingga tol cikarang. Setelahnya alhamdulillah lancar padahal kami pergi di hari rabu lho.

Dari Baraya Travel cabang Surapati 1, kami langsung menuju hotel karena jam sudah menunjukkan pukul 17.30. Kami segera memesan taksi online, ternyata dari Surapati menuju Clove tidak terlalu jauh.

Namun, jangan kanget dengan track menuju ke sana. Jalannya menanjak seperti mendaki gunung dan  jalan tersebut hanya dapat dilalui melewati perumahan-perumahan di kaki gunung. Udara sangat segar dan juga dingin pastinya tetapi dikanan kiri jalan tidak ada tempat makan, selain warung nasi goreng dan rumah-rumah besar di sisi jalan.

Tidak lama kemudian, terlihat pintu masuk hotel tidak jauh setelahnya terdapat pintu masuk ke lobby. Kami cukup amazed dengan lobby-nya, nuansanya hangat dengan pilar besar ditengah yang dilingkari sofa dan beberapa bantal ber-cushion motif chevron.

Setelah check in, kami menuju lantai 7 sesuai request kami yang menginginkan high floor room. Honestly, saya harus katakan kalau ukuran kamarnya tidak luas. Kami memesan kamar ukuran deluxe king dengan city view, di malam hari pemandangan dari kaca jendela kami yang luas sangat bagus sekali, banyak lampu warna warni dari gedung-gedung tinggi di kota Bandung, tapi ternyata saat pagi hari view nya tidak kalah indah. Hamparan bukit hijau dan beberapa gedung terlihat dari kamar, and I adore the sky, always!.

Kami sarapan pukul 7 pagi di restaurant dekat lobby, meja dan kursi berjejer langit-langitnya tinggi sekali hampir seperti outdoor. Sarapan yang disediakan buffe,menunya lengkap mulai dari bubur ayam, nasi beserta lauk-pauknya, roti dan selai, Omlet telur dalam satu boot tersendiri, pancake dan bakso cuangki khas sunda, air mineral dan infused water, serta aneka jus.

Menurut saya rasanya lumayan, entah karena lapar di pagi hari atau memang rasanya yang memang tidak mengecewakan seperti review-review mengenai Clove yang bertebaran di dunia maya. Oh iya, saat kami makan hujan cukup deras, jadi ada beberapa tetesan air yang jatuh dari langit-langitnya, akhirnya kami dipindahkan ke meeting room di sebelah restaurant.

Setelah makan, kami berkeliling sebentar. Di Clove ada beberapa boot photo dengan berlatar belakang tulisan Clove Hotel, mereka juga menyediakan properti-properti fotonya seperti quote-quote lucu, properti seperti kumis, mahkota,topi dsb dan juga ada standing poster bergambar Donald Trump mungkin kalau ad yang berminat berfoto dengan Trump bisa berkunjung ke Clove !

Setelah agak siang sekitar jam 9 dan hujan juga sudah lama reda, kami memutuskan untuk mengajak Abi berenang. Di Clove ada 3 kolam renang, yang pertama kolam dengan gelembung air yang entah kenapa airnya tidak hangat dan juga tidak dingin, yang kedua kolam untuk anak-anak karena sangat dangkal, terakhir kolam dewasa kurang lebih kedalamannya 1,7m kalau saya tidak salah lihat 😅😅

Di dekat kolam renang disediakan handuk, tapi tidak boleh dibawa ke kamar karena hanya untuk mengeringkan badan setelah berenang. Di tepian kolamnya juga ada beberapa kursi santai dan di bagian ujung kolam renang ada beberapa bean bag serta meja untuk sekedar ngobrol atau bersantai setelah berenang.

Sayangnya, di dekat kolam renang tidak ada cafe atau semacamnya seperti yang ada dipetunjuk jalan menuju kolam, jadi setelah berenang jika ingin snacking bisa ke restaurant di dekat lobby tadi.

Setelah renang, kami kembali ke kamar. Oh iya, di kamar disediakan 2 botol air minum, water cattle, gula, kopi, teh, dan creamer. Jadi setelah berenang kami minum teh hangat di kamar dan Abi minum susu coklat pastinya!

Sekitar jam 11, kami memtuskan untuk check out. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk menunggu taksi online pesanan kami. Rasanya tidak se- horror seperti driver sebelumnya yang mengatakan akan sulit sekali menemukan taksi online yang mau datang ke Clove karena lokasinya di atas bukit 😅😅

Berikut foto-foto selama kami di Clove Garden Hotel and Resort.

Diary of Alfarabi

Perjuangan Menyusui Abi (PART 1)


Sejak subuh itu, kehidupan saya mulai berubah. Ya, setelah Abi lahir ke dunia ini. Rasanya senang sekali, ada anak kecil yang akan mengisi kesunyian rumah kami.

Suami saya bukan orang yang suka bicara, kadang kita banyak ngobrol kalau dia lagi mau bahas sesuatu, kebanyakan kami berkutat dengan kesibukan masing-masing. Entah main hp, main gitar, nonton tv, atau sekedar baca buku.

Kira-kira 2 bulan setelah pernikahan, saya memutuskan membeli kartu permainan UNO di toko buku. Karena bahan obrolan seakan sudah habis, rutinitas kami berjalan sama setiap hari. Suami yang pendiam kalau saya ajak ngobrol kadang jawabnya cuma sepatah dua patah kata (macam sambutan kepala sekolah). Seminggu setelahnya memang asyik menghabiskan waktu bersama bermain UNO, kemudian.. Dia mulai bermain curang atau kadang saya modifikasi peraturannya suka-suka biar seru, tapi dia malah ga mau main.

Alhamdulillah, kami ga perlu menunggu lama untuk dapat momongan. Saya kadang bicara ke suami, betapa bete nya kita kalau ga ada Abi. Makanya, waktu Abi lahir rasanya akan ada sesuatu yang baru, yang segar, yang lucu, yang menggemaskan, dan bikin ga bisa tidur tentunya.

Yup, hari-hari setelah Abi lahir hidup memang jadi berbeda. Bukan hanya tentang suka, tapi juga duka. Duka yang sebenarnya kita suka (apaaa siiih  😑) .

Adalah menyusui. Drama menyusui bagi ibu baru, ibu muda dengan anak pertama. Saya pikir menyusui itu semudah itu. Ya,semudah yang terlihat di film atau di iklan susu. Ternyata oh ternyata…..

Si Abi bayi berusia 1 hari, sepanjang hari menangis. Menangis yang saya juga ga tau artinya apa. Yang jelas bukan pipis atau poop. Saya pikir pasti dia haus, saya langsung gendong hati-hati, mengingat beratnya saat itu cuma 2.9 kg. Lalu, saya sodorkan payudara ke mulutnya. Mungkin dia juga bingung ini apa,saya juga binggung kenapa susu sudah ada dihadapannya dia malah menoleh kanan kiri seperti mencari-cari.

Ternyata bayi baru lahir pengelihatannya belum sempurna, selain itu dia juga belum terbiasa untuk menyusu dengan ibunya.

Setelah saya susui, dia tertidur. Saya dan suami juga ikut tidur. 30 menit kemudian dia bangun dan menangis-nangis lagi, saya susui lagi, kemudian dia tertidur lagi, lalu bangun lagi. Begitu berulang-ulang sejak tengah malam sampai subuh.

Rasanya saya mau nangis, hampir stress. Tapi tekad saya kuat untuk menyusui. Jadi, setiap dia haus saya langsung susui, meski nanti pun akan menangis lagi. Kejadian itu berlangsung selama saya menginap di Klinik Bersalin setelah melahirkan kira-kira 3 hari 2 malam.

Setelah itu, saya pulang ke rumah mama. Saya pikir, kejadian itu tidak akan berulang lagi ternyata sama. Malah keadaannya jauh lebih stress karena Abi membangunkan semua orang di rumah mama tengah malam dengan tangisan yang menjerit-jerit.

Pagi harinya, tante saya datang dan bertanya-tanya kenapa Abi susah tidur nyenyak. Akhirnya dia meminta saya memeras ASI. Tidak seperti yang saya sangka, ASI saya yang keluar cuma satu-dua tetes. Oh, berarti itu lah masalahnya, Abi kehausan karena ASI yang keluar tidak lancar.

Tante saya memberikan breast massage dab memijat badan saya dari belakang. Hasilnya… Alhamdulillah setelah saya coba memeras lagi, ASI nya mengalir walaupun tidak deras, paling tidak bukan hanya tetesan.

Permasalahan pertama selesai.

Tapi permasalahan kedua dimulai. Seminggu setelahnya, wali murid datang menjenguk ke rumah. Salah seorang diantaranya berkata kalau Abi sepertinya “kuning”. Terlihat dari kulit dan matanya yang tidak jernih. Saya disarankan untuk memeriksakan bilirubin Abi ke rumah sakit. Setelah saya periksa ternyata normal.

Mungkin banyak yang khawatir karena saya bertubuh kecil (baca: kurus) produksi ASI nya sedikit. Karena bilirubin pada bayi bisa dipecah melalui ASI dan sinar matahari. Makanya, ga jarang kita lihat bayi-bayi merah dijemur saat pagi hari.

Namun bukan itu sebenarnya masalah keduanya, itu hanya permulaan. Karena hari-hari Abi diisi hanya dengan tidur dan menyusu. Setiap meyusu pun lama, sekitar 15 menit. Kemudian tidur, bangun menyusu lagi.

Banyak yang bilang kalau Abi lapar karena ASI saya ga cukup, makanya Abi bolak-balik minta susu. Saya sedih sih sebenarnya. Banyak juga yang menyarankan kalau Abi dicampur susu formula, selain dia akan “terlihat” lebih kenyang, kemungkinan bayi kuning juga akan mengecil, dan “katanya” nya lebih bergizi. Ternyata Abi termasuk bayi yang mengalami Growth Spurt. Dimana si bayi akan terus merasa lapar karena pertumbuhannya sangat cepat. Pada akhirnya memang terlihat berat badan Abi naik 1,5 kg setiap bulannya.

Entahlah, saya memang belum punya pengalaman menyusui. Tapi sejak hamil saya banyak belajar, banyak bertanya, ikut kelas ini itu, masuk forum. Karena itu, saya keras kepala untuk menyusui Abi.

Memang sekarang kegiatan breastfeeding menjadi kekinian.Selain banyak artis yang akhirnya memutuskan menyusui bayinya, juga berhasilnya campaign mengenai pentingnya meyusui di berbagai belahan dunia.

Namun jauh dari sebab itu, saya memutuskan untuk menyusui Abi adalah karena itu adalah  KEWAJIBAN seorang ibu menurut ajaran agama islam. Ada perintah yang tertulis di Al-Qur’an. Itu yang menguatkan tekad saya.

Selain memang kandungan gizi yang ada di ASI jauh jauh jauh jauh jauh lebih berkualitas daripada susu formula dengan harga termahal di dunia.

Bisa dibayangkan ga ya. Kita manusia, seorang wanita. Melalui cairan yang ada di dalam tubuh kita bisa menghidupi sesorang. Betapa saya sayang amazed membayangkannya. Saya ternyata beguna untuk kelanjutan hidup seseorang. Hal itu ada secara alamiah tanpa harus saya beli. Jadi kenapa kita harus mengingkari hal itu?

Abi sekarang memasuki usia 2 tahun. Rasanya hubungan kami berdua sangat dekat. Entah saya terlalu berlebihan, rasanya untuk berpisah lama dari Abi sangat berat. Saya bersyukur bisa sedekat ini dengan Abi. Saya orang yang pertama dicari saat dia akan tidur, saat dia terbangun, dan di waktu apapun. Rasanya akan hancur berkeping-keping, saat Abi lebih memilih orang lain dibanding saya. Dan itulah hasil dari menyusui, anak akan memiliki ikatan erat dengan ibunya.

 Bonding yang tidak bisa didapat dengan cara lain. Kami menyatu. Sentuhan kulit dengan kulit. Sentuhan jari-jari mungilnya di wajah saya. Kadang melihat matanya terlelap beberapa centimeter dari mata saya sungguh menenangkan.

Namun rasanya tidak ada hal yang membahagiakan tanpa diawali dengan perjuangan. Nah, berikut beberapa “perjuangan” yang  biasanya harus dilewati saat awal  menyusui, let’s check it out !

  • ASI diawal hanya sedikit, setetes. Hal itu, membuat si bayi jadi terus menerus menangis. Ingat, jadi dulu beralih ke susu formula. Karena di dunia ini ” everything is possible” . Tidak ada ibu yang tidak punya ASI. Karena kalau dia bisa mengandung, tentunya juga bisa menyusui. Asal sabar dan bertekad kuat,semua yang diusahakan hasilnya pastinya menyenangkan.
  • ASI tidak ada. ASI itu memproduksi sesuai dengan kebutuhan atau permintaan. Saat bayi tidak disusui, karena kita pikir ASI kita sedikit sama dengan kita sendiri yang memerintahkan pabrik ASI untuk menghentikan produksi, tapi saat kita terus menyusui maka pabrik akan terus memenuhi permintaan. Insya Allah akan semakin banyak produksinya.
  • Growth Spurt. Seperti Abi, si bayi akan terus menerus menyusu seperti tidak pernah kenyang, padahal dia mengalami pertumbuhan yang cepat, jadi kebutuhan akan makanannya juga bertambah. Terus menyusui dan perbanyak konsumsi makanan sehat dan lezat. Ya, lezat. Karena ibu bahagia susunya banyak 😁
  • Puting lecet. Payudara saya bisa dikatakan kecil, tapi saya punya puting yang alhamdulillah memudahkan menyusui Abi. Tidak sedikit ibu yang ingin menyusui tapi terhadang kendala puting. Puting rata (flat nipples) atau puting kecil, sudah banyak solusi atas permasalahan tersebut. Nah ini yang mungkin belum banyak dishare. Jadi, sebelum kita menyusui, puting akan kaku dan keras. Beberapa lama setelah menyusui, kulit tebal pada puting akan terkelupas dan itu seakan seperti lecet. RASANYA? Nikmat perih tiada tara, sudah lecet tapi terus dihisap keras oleh bayi. Lama kelamaan kulit itu akan mengelupas dan membuat periiiiiiiiih. Hasilnya, nanti puting kita akan sehalus dan selembuat cuping telinga.
  •  Susu Formula Attack. Serangan mengenai susu formula dari orang -orang sekitar nantinya akan sedikit menggentarkan pertahanan kita. ASI diawal yang sedikit kadang menjadi alasan orang-orang menyarankan bayi kita mengonsumsi susu formula. Pentingnya memberitahu jauh hari sebelum si bayi lahir pada keluarga terdekat, kalau kita ingin memberi ASI. Paling tidak kita punya orang-orang terdekat yang tetap support meski serangan dari berbagai penjuru datang.
  • Terbangun sepanjang malam. Nikmatnya menjadi ibu ya seperti itu, alhamdulillah kita melewati bergadang untuk menyusui, gendong-gendong sampai ia tertidur. Memang berat, saat mata dalam level sepet-sepetnya harus terjaga, tapi itu lah nikmatnya. Momen yang tidak bisa dirasakan oleh ibu yang memutuskan untuk tidak memberi ASI.

Seingat saya cuma segitu deh hal-hal yang sedikit perlu tantangan untuk dilewati, selebihnya membahagiakan. Menikmati memeluk anak, bersentuhan kulit sampai ia tertidur rasanya tidak tergantikan. Untuk yang mau sharing boleh lho isi comment dibawah ini. Baiklah, semoga membantu mama-mama semua ! Salam terhangat dari ibu dan Abi.

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Persiapan Meng-ASI-hi 

Masa-masa trimester III kehamilan adalah masa dimana perubahan emosi sudah mulai stabil, sedangkan perubahan fisik sudah terlihat jelas mulai dari perut yang semakin membuncit, pipi yang terlihat chubby dari berbagai angle foto 😝, sampai ada beberapa orang yang mengalami pembengkakan di kaki.

Di kehamilan 36 minggu atau sekitar 8 bulanan saya melahirkan, memang agak jauh dari angka ideal 40 minggu tapi bisa dikatakan sudah siap untuk melahirkan.
Continue reading “Persiapan Meng-ASI-hi “

Sharing Stories

Senam Hamil Yophytta Bersama Anmum

Haloo… Kali ini saya mau sharing soal senam hamil, lumayan kilas balik sewaktu hamil Abi  usia 32 weeks atau sekitar 7 bulan-an.

Sejak minggu-minggu pertama kehamilan saya memang biasa minum susu untuk ibu hamil, memang banyak beredar di luaran pro kontra mengenai efektivitas susu bagi ibu hamil. Dengan alasan sangat sederhana, tujuan saya mengonsumsi susu adalah untuk menambah nutrisi dan tenaga untuk saya khususnya dan alhamdulillah kalau nutrisinya terbagi untuk bayi di dalam kandungan.

Karena saat trimester pertama, kondisi tubuh saya terkadang lemas dan tidak bersemangat. Ditambah lagi saya termasuk yang mengalami “morning sickness”, entah siapa yang membuat istilah tersebut karena yang saya alami mual dan nyeri  pinggang tidak hanya pada pagi hari tapi sepanjang hari, bahkan pada usia 1-2 bulan pertama mual dan muntah hampir sepanjang waktu karena tubuh saya sepertinya sangat sensitif terhadap bebauan yang tajam dan menyengat.

Jangankan untuk menikmati makanan bahkan hanya sekedar mencicipi saja rasanya mual sekali. Maka dari itu, saya minum susu untuk ibu hamil, berbagai merk saya coba demi mendapatkan rasa yang pas dan dapat dinikmati ditengah kondisi serba mual.

Kalau dengar cerita teman-teman, susu ibu hamil itu cocok-cocokan. Entah kenapa saya cocok dengan susu Anmun rasa coklat (ini bukan endorse ya). Beberapa kali saya beli, suatu ketika sales di sebuah swalayan meminta data saya berikut kontak yang bisa dihubungi.

Satu dua minggu setelahnya, saya diinformasikan akan ada event Senam Hamil bersama Anmum biayanya saya sudah lupa pastinya berapa, yang jelas kurang dari 100.000. Kemudian saya setuju untuk ikut, ternyata tiket masuknya diantar ke rumah saya langsung oleh sales Anmum tanpa biaya tambahan dan saat itu langsung saya bayar untuk tiket masuknya.

Event tersebut diadakan di Hall Mall Kota Kasablanka pada hari sabtu, 7 Februari 2015. Acara utamanya adalah Senam Yophytta, sebelumnya ada diskusi ringan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekolog yang dipandu oleh presenter yang cantik sekali Dona Agnesia.

Hal yang saat itu dibahas mulai dari bagaimana menyikapi berbagai perubahan berharga yang terjadi, kiat cantik dan bugar, sampai peran nutrisi selama kehamilan yang bermanfaat baik bagi ibu dan calon bayinya.

Pada akhir diskusi, Anmum juga memperkenalkan varian rasa terbarunya yaitu Mocha Caramello. Nah event ini ternyata merupakan komitmen Anmum Materna, sebagai parenting partner dalam mendukung para ibu hamil untuk dapat menikmati berbagai perubahan berharga yang terjadi di masa kehamilan.

Selanjutnya acara senam Yophytta yang merupakan gabungan gerakan-gerakan yoga, hypnotherapy, pilates dan tai chi. Gerakan-gerakan senam ini sangat baik dan bermanfaat untuk menjaga kondisi fisik dan emosional ibu hamil yang kadang sangat sensitif dan banyak perubahan pada dirinya. 

Saat itu saya merasa dengan ikut event ini, saya tidak merasa sendiri mengalami berbagai perubahan diri dan berbagai keluhan yang saya rasakan. Entah karena ini kehamilan pertama saya, saya selalu merasa senang berada di tengah-tengah ibu hamil seolah ada teman senasib seperjuangan (hehehe).

Diinformasikan disana ada berbagai macam manfaat lainnya dari Senam Yophytta yang dapat dirasakan ibu hamil adalah dapat memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi bengkak-bengkak, meningkatkan keseimbangan otot-otot, mengurangi risiko gangguan gastrointensitenal – termasuk sembelit, mengurangi kejang kaki atau kram, menguatkan otot perut,serta mempercepat penyembuhan setelah kehamilan.

Sudah menjadi kebiasaan saya, saat mengikuti seminar atau workshop bahkan senam hamil rutin yang saya lakukan di RSIA dekat rumah, saya selalu membawa alat tulis untuk memcatat info-info penting. Selain sebagai pengingat, saya juga senang sharing dengan suami tentang hal-hal baru. Jadi kita bisa sama-sama mengingatkan kalau ada yang terlupa.

Beberapa hal-hal penting saat mengikuti event serupa yaitu

1. Pastikan kita tidak lupa membawa tiket masuk. Perhatikan waktu dan tempat acara diadakan. Karena sayang sekali kalau kita terlambat datang, selain tertinggal beberapa rangkaian acara kondisi kita saat hamil juga terburu-buru dan mempengaruhi mood saat itu.

2. Sebelum datang ke tempat acara, tentukan siapa yang akan mengantar ke tempat tersebut. Mengingat event seperti ini biasanya diikuti oleh ibu-ibu hamil yang sudah mendekati HPL dan pastinya terlalu lelah untuk bepergian tanpa pendamping.

3. Jika membawa anak-anak, pastikan mereka juga didampingi entah oleh suami, nenek, baby sister, atau sanak saudara. Ada baiknya tanyakan ke penyelenggara apakah ada playground untuk anak-anak selama menunggu, jika ada tentu baik sekali. Tidak sedikit event seperti ini yang memang menyediakan playground agar anak-anak tidak bosan menunggu.

4. Saat itu acara dimulai kurang lebih pukul 8.00 , di sana disediakn snack untuk dibawa kedalam hall berisi air mineral dan kue-kue kecil. Dan juga saat Coffee Break disediakan berbagai roto dan minuman hangat. Di sana juga kita disediakan susu Anmum FREE. Untuk event yang serupa, kita bisa tanyakan apakah kita mendapatkan konsumsi, jika tidak kita bisa membawa snack dan air minum dari rumah.

5. Setelah proses registrasi, para ibu diberikan seragam berwarna ungu. Tidak perlu khawatir seragamnya tidak muat, karena sepertinya sudah disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dari size maupun cutting-nya.

6. Jangan lupa mengabadikan moment disana!. Biasanya dalam suatu event ada photo booth yang lucu-lucu. Di sana juga ada cetak photo gratis di booth yang sudah disediakan.

7. Setelah acara selesai, bukti registrasi diawal dapat ditukarkan dengan Goodie Bag. Goodie bag tersebut berisi 1 box susu Anmum Rasa Mocha Caramello dan sebuah Mug bergambar ibu hamil, serta beberapa produk sponsor dan booklet-booklet mengenai kehamilan.

Sekian review mengenai Senam Yophytta Bersama Anmum, semoga membantu !