Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Bahasa Cinta Abi, Aku dan Kamu

Haloooo semuaa πŸ™†πŸ™†

Ini adalah postingan pertama dengan label #parenthoodlife . Insya Allah akan konsisten di-publish setiap hari sabtu, semoga ga meleset haha.

Kali ini saya mau bahas tentang Bahasa Cinta. Kenapa? Karena tadi siang baru aja merasakan getaran-getaran cinta yang dulu bersemi kini telah kembali lagi *apaaaa sih*.

Ceritanya tadi siang Abi rewel banget karena dia ngantuk, terus saya lagi supet ribet banget karena ayahnya Abi mau berangkat kerja + mau siapin Abi makan siang+ siapin segala keperluan ayahnya.

Karena buru-buru banget, saya jadi ga bener-bener fokus ngerjainnya. Abi pun bolak-balik ngikutin kemana aja, alhasil waktu saya balikin teko ke meja setelah nuang air minum, gak tau kenapa mangkuk sop plus piring nasinya Abi jatuh dari atas meja dan tumpah menyebar di lantai. What a great Sunday, right? πŸ˜₯

Continue reading “Bahasa Cinta Abi, Aku dan Kamu”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Seminar 1000 Hari Pertama Kehidupan

wp-image--752975555

Hari minggu lalu (30/7) Abi dan ibu datang ke acara seminar yang diadakan oleh Velvet Junior yang juga bekerja sama dengan RS Hermina dan @ayomain. Acaranya sendiri diadakan di RS Hermina Bekasi dengan mengusung tema ” 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak” yang membahas tentang “Stimulasi Kreatif Untuk Optimalisai Kecerdasan Buah Hati. SERIUS deh, banyak hal yang bermanfaat dan menginspirasi banget !

Acara dimulai pukul 9 pagi dan selesai jam 12 siang, sayangnya Abi dateng jam 9.30 karena kami gak tau kalau akses ke Hermina Bekasi yang biasa kita lewati dipakai untuk Car Free Day, jadi dijalan pun gelisah banget khawatir acaranya udah kelewatan banyak 😰😰.

Tapi ternyataaaa waktu kita datang acara memang sudah dimulai tapi belum banyak yang terlewat. Saya langsung celingak-celinguk cari temen yang juga hadir di acara tersebut, setelah ketemu saya langsung meluncur untuk duduk di line kedua dari depan (supaya jelas dan eksis kalau difoto 😝).

Continue reading “Seminar 1000 Hari Pertama Kehidupan”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!

Bermula dari tahun lalu saya dan suami berniat ingin membelikan Abi sepeda, alasan remehnya karena kalau diajak olahraga pagi, Abi cuma ikutan lari sebentar sisanya menyusuri pinggir lapangan, entah lihat-lihat semut, kumpulkan daun, atau lempar-lempar batu.

Kami juga pernah bawa bola untuk dimainkan bersama, awalnya bolanya ditendang atau main lempar tangkap setelahnya Abi bosan dan balik lagi eksplore di pinggir lapangan πŸ˜…πŸ˜…

Akhirnya saya mulai cari-cari sepeda, baca artikel maupun forum. Ternyata ada beberapa orang tua yang menyarankan untuk memberikan balance bike atau sepeda keseimbangan untuk sepeda pertama anaknya.

Saya pun segera cari tahu, apa sih balance bike itu?. Kembali buka tutup google dan youtube dan rasanya saya juga jatuh cinta dengan balance bike.

Sebelum memutuskan membeli balance bike, kami test dulu ke Abi, khawatir ternyata dia gak suka atau malah belum tertarik bermain sepeda. Kami sewa balance bike dan ternyata Abi suka banget !! 😍😍

Rasanya gak ada yang lebih bahagia daripada pilihan kita sebagai orang tua juga disukai oleh anak.

Continue reading “Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Kok Sepedanya Tanpa Pedal?

P_20170613_132720.jpg

Kurang lebih dua bulan Abi punya sepeda keseimbangan alias balance bike. Cerita lengkapnya ada di post-post sebelumnya.

Baca Juga : Mencoba Balance Bike di TMII

Baca yang ini juga ya : Mengapa Balance Bike? Mengapa tidak ?!

Tapi entah kenapa rasanya belum puas mengeluarkan isi hati soal Si Sepeda ini. Selain karena banyak yang tanya “Kenapa sepeda kok gak pakai pedal?” , lama-lama juga makin banyak yang melihat sinis ke arah saya karena sepeda Abi gak ada pedalnya. Entah mereka ga habis pikir saya pelit banget gak beliin sekalian pedalnya πŸ˜‚ atau kok tega banget anak 2 tahun disuruh dorong-dorong sepeda, bukan di suruh gowes sepeda “kaya orang-orang”.

Continue reading “Kok Sepedanya Tanpa Pedal?”

Diary of Alfarabi, Sharing Stories

Persiapan Meng-ASI-hiΒ 

Masa-masa trimester III kehamilan adalah masa dimana perubahan emosi sudah mulai stabil, sedangkan perubahan fisik sudah terlihat jelas mulai dari perut yang semakin membuncit, pipi yang terlihat chubby dari berbagai angle foto 😝, sampai ada beberapa orang yang mengalami pembengkakan di kaki.

Di kehamilan 36 minggu atau sekitar 8 bulanan saya melahirkan, memang agak jauh dari angka ideal 40 minggu tapi bisa dikatakan sudah siap untuk melahirkan.
Continue reading “Persiapan Meng-ASI-hiΒ “

Sharing Stories

Senam Hamil Yophytta Bersama Anmum

Haloo… Kali ini saya mau sharing soal senam hamil, lumayan kilas balik sewaktu hamil Abi Β usia 32 weeks atau sekitar 7 bulan-an.

Sejak minggu-minggu pertama kehamilan saya memang biasa minum susu untuk ibu hamil, memang banyak beredar di luaran pro kontra mengenai efektivitas susu bagi ibu hamil. Dengan alasan sangat sederhana, tujuan saya mengonsumsi susu adalah untuk menambah nutrisi dan tenaga untuk saya khususnya dan alhamdulillah kalau nutrisinya terbagi untuk bayi di dalam kandungan.

Karena saat trimester pertama, kondisi tubuh saya terkadang lemas dan tidak bersemangat. Ditambah lagi saya termasuk yang mengalami “morning sickness”, entah siapa yang membuat istilah tersebut karena yang saya alami mual dan nyeri Β pinggang tidak hanya pada pagi hari tapi sepanjang hari, bahkan pada usia 1-2 bulan pertama mual dan muntah hampir sepanjang waktu karena tubuh saya sepertinya sangat sensitif terhadap bebauan yang tajam dan menyengat.

Continue reading “Senam Hamil Yophytta Bersama Anmum”

Diary of Alfarabi, Self Reminder, Sharing Stories

Percayalah, mereka tidak pernah salah meniru.


​Selalu terngiang kata-kata dari Ibu Vidya, montessorian di Sekolah Harmony bahwa anak-anak mungkin pernah salah mendengar, tapi mereka TIDAK PERNAH SALAH meniru.

Anak-anak dalam usia golden age, neuron demi neuron otaknya berkembang saling sambung menyambung. Makanya ga heran anak-anak cepat sekali meniru gaya dan omongan orang-orang di sekitarnya, terutama orang dewasa.

Kadang kala kita ga berhenti ketawa kalau melihat tingkah lucu meniru mereka, tapi lupa “mikir” kalau segala apa yang kita perbuat akan menjadi inspirasi terbesar mereka. Anak-anak itu kagum banget loh sama orang dewasa, orang yang mereka anggap bisa melakukan segala hal yang mereka ga bisa, jadi kayanya bangga banget kalo bisa seperti mereka.

Nah, tanpa kita sadari terkadang kita memperlihatkan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat bahkan contoh, seperti pasang muka jutek depan orang yang kita sebel, pasang muka bete kalo lagi dinasehatin, memuntahkan segala sumpah serapah di jalan, teriak ” sabar” ke anak padahal definisi sabar itu sendiri adalah menahan emosi dan keinginan dan bertahan dalam situasi sulit untuk tidak mengeluh (wikipedia). Dan segala perbuatan buruk yang terlihat “kecil”.

Jadi,sudah tahu kan kalau anak KITA berperangai buruk harus nunjuk ke diri siapa?

.

.

.

.

#dirisendiri #selfreminder #ayahibuabisharing